Suara.com - Kabar Nikita Mirzani mengutarakan ekspresi protes atas opini Dokter Detektif (Doktif) gagal mendongkrak rating Pagi Pagi Ambyar turut terdengar ke telinga Dewi Perssik alias Depe.
Dalam sebuah siaran langsung belum lama ini, Dewi Perssik melempar sindiran balasan untuk Nikita Mirzani. Dia menilai, ibunda Lolly itu hanya pandai bersilat lidah.
"Jengger tuh tong kosong nyaring bunyinya doang," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Dewi Perssik Official Community pada Selasa (28/1/2025).
Menurut Dewi Perssik, tuduhan Nikita Mirzani tidak valid mengingat dia masih dipercaya memandu acara Pagi Pagi Ambyar.
Dewi Perssik menilai Nikita tak laku TV lagi karena tak profesional sebagai presenter.
"Lah, yang profesional itu dia? Kalau dia profesional, dia udah dipakai dari dulu. Nggak ada yang pakai dia," sambung Dewi Perssik menohok.
Pada penutupnya, Dewi Perssik mengaku lelah bersilat lidah. Dia pun menantang Nikita Mirzani untuk adu jotos saja di kantor polisi.
"Kalau cuma nyindir-nyindir bosen, gue maunya tonjok-tonjokan. Kalau mau tuh ke kantor polisi, gebuk-gebukan, jangan saling menuntut. Itu baru benar," ucap Dewi Perssik.
Untuk informasi tambahan, polemik mereka bermula dari keluhan Dewi Perssik. Sang biduan menilai upaya mengundang Doktif pada Kamis (23/1/2025) tidak efisien untuk mendongkrak rating Pagi Pagi Ambyar.
Baca Juga: Mantan Pengacara Ikut Buka Suara Soal Penahanan Isa Zega, Singgung Pasal Karet
"Gue pikir ngedatengin Doktif, rating 'Pagi-Pagi Ambyar' bagus gitu, kan," kata Dewi Perssik.
Alih-alih naik, rating acara Pagi-Pagi Ambyar rupanya konsisten tidak mengalami perubahan. Akibatnya, Dewi Perssik mencurigai adanya buzzer pihak tertentu yang meminta Doktif diundang ke TV.
"Eh, nggak bagus ratingnya. Biasa aja. Berarti kan buzzer berarti," tutur Dewi Perssik.
Mendengar keluhan itu, Nikita Mirzani spontan berkomentar. Dia menilai, Dewi Perssik tidak profesional sebagai host acara TV.
"Di mana-mana, kita sebagai host itu tidak pernah bisa menentukan siapa bintang tamu yang kita undang. Sebagai host itu cuman duduk, terima briefing-an, habis itu mewawancarai bintang tamu secara live atau tapping. Jadi, bukan kita sebagai host yang menentukan," ujar Nikita Mirzani.
Berita Terkait
-
Adu Gurita Bisnis Nikita Mirzani vs Uya kuya, Ada yang Ngamuk Perkara Skincare
-
Ngeluh Undang Doktif, Dewi Perssik Kini Ditodong Rating TV setelah Datangkan Ustaz Solmed
-
Tak Terima Disebut Dewi Perssik Bikin Rating Turun, Dokter Detektif: Bayaran Juga Cuman Rp 1 Juta
-
Satu Suara dengan Maia Estianty, Dewi Perssik Sarankan Lapor BPOM Ketimbang Huru-hara soal Skincare
-
Mantan Pengacara Ikut Buka Suara Soal Penahanan Isa Zega, Singgung Pasal Karet
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim