Suara.com - Setelah hampir tiga puluh tahun berkarya di industri musik Indonesia, Jikustik merayakan perjalanan panjang. Tak terasa, tahun ini band asal Yogyakarta tersebut memasuki usia ke-29 tahun.
Momen ini menjadi perayaan bagi Jikustik. Sebab bukan hal mudah pula untuk mempertahankan eksistensi hingga puluhan tahun.
Tak hanya Jikustik, para penggemarnya yang akrab disapa Jikustikan juga ikut larut dalam perayaan yang hampir tiga dekade ini.
Para personel Jikustik pun berbagi pengalaman tentang proses kreatif mereka. Serta bagaimana lagu-lagu yang diciptakan, ternyata dapat memiliki beragam interpretasi bagi para pendengarnya.
Salah satunya adalah karya terbaru Jikustik berjudul Takkan Berpaling Dari-Mu. Lagu ini, diciptakan oleh Aji Mirza Hakim, atau lebih dikenal sebagai Icha Jikustik.
Takkan Berpaling Dari-Mu Lagu ini, secara eksplisit dan lugas menggambarkan harapan seorang hamba untuk tetap teguh di jalan-Nya, karena kasih dan anugerah-Nya yang tak pernah berhenti menerangi setiap langkah perjalanan hidup.
"Kami meyakini bahwa puncak tertinggi dari cinta seorang insan adalah ketulusan cintanya kepada Tuhan Semesta Alam," kata Icha Jikustik dalam keterangannya kepada awak media, Senin (24/3/2025).
Bassist sekaligus vokalis Jikustik ini menerangkan, rasa cinta itulah yang kemudian mendasarinya membuat lagu Takkan Berpaling Dari-Mu.
"Itulah yang mendasari banyak karya kami, di mana kecintaan tersebut menjadi inspirasi utama," tutur Icha Jikustik.
Baca Juga: Konser Day6 di Jakarta Pindah Venue, dari JIS ke Stadion Madya GBK
Seperti keterangan di atas, lagu yang awalnya dibuat untuk Sang Pencipta, terkadang bermakna lain di telinga para pendengar.
Beberapa dari mereka mengartikan ini merupakan lagu dua sejoli dalam kisah percintaannya.
"Pada akhirnya, lagu-lagu kami seringkali ditafsirkan secara beragam oleh para pendengar, termasuk sebagai kisah cinta antara dua sejoli," ujar Icha Jikustik.
Selain lagu teranyar Jikustik, ada juga single melegenda, Puisi.
Di mana lagu yang dulu dinyanyikan Pongki sebagai vokalis, banyak menuai atensi masyarakat. Lagu yang rilis pada 2006 ini juga diartikan mengisahkan perjalanan cinta seseorang.
Padahal kata Ardi Nurdin selaku pencipta lagu, Puisi justru menuangkan perenungan mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan.
Berita Terkait
-
Sumber Cuan Aman dari Hak Royalti, Pongki Barata Tak Berambisi Lagi Jadi Penyanyi
-
Cabut dari Jikustik, Pongki Barata Jawab Kemungkinan Reuni
-
Dari Momen Terjebak Kemacetan, Pongki Barata Bisa Bikin Lagu
-
Punya 3 Proyek Berbeda di Musik, Ekspresi Alter Ego Pongki Barata
-
Hengkang dari Jikustik, Pongki Barata Kini Punya 4 Pekerjaan
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG