"Bahagia yaa Aci," tulis Ernest Prakasa.
Beberapa warganet pun langsung merespon unggahan tersebut. Beberapa diantaranya menyanjung Ernest Prakasa yang ikhlas melepasa Aci untuk keluar dari manajemen.
"Tidak mudah mendidik namun lebih tidak mudah membiarkan pergi. Butuh jiwa besar. Salut, bro," ungkap salah satu warganet.
"Aci keren, hahacorp juga keren. Berasa banget kekeluargaannya," tutur warganet lainnya.
"Yang senasib kelak akan menemukan titik cerahnya, emang nunggu waktu dan banyak sekali usaha, semoga dengan melihat perjuangannya bisa jadi kebahagiaan dan ambisi untuk selalu berjuang," terang warganet.
"Dan ternyata setiap screentime kemunculan dan celetukannya Aci Resti di tiap film Koh Ernest selalu berhasil bikin saya (dan pasti banyak penonton lainnya) ngakak, kayak dia tuh sekarang bukan cuma pelengkap, tapi syarat dan jaminan bikin film lucu," tutur warganet.
Tidak dijelaskan penyebab yang membuat Aci Resti keluar dari manajemen. Namun hal tersebut sempat dipertanyakan oleh seorang warganet di kolom komentar.
"Kenapa keluar dari manajemen?," tanya warganet.
Komentar itu pun langsung direspon oleh beberapa warganet. Ada yang menulis bisa Aci keluar karena potongan manajemen yang terlalu tinggi.
Baca Juga: Ernest Prakasa Colek Artis Pendukung Prabowo-Gibran, Minta Bersuara Kalau Kontrak Sudah Habis
Namun komentar tersebut dihapus sebagai tanda kabar tersebut tidak benar.
"Tadi ada yang komen, dibilang Aci keluar karena potongannya gede. Gue bilang jangan asal ngomong. Tapi komennya sudah hilang," terang warganet.
Hahaha Corp manajemen yang didirikan pada tahun 2012 lalu.
Ernest Prakasa mendirikan manajemen tersebut setelah melihat prospek banyak komika bisa melanjutkan karier lebih panjang di dunia hiburan dan butuh manajer.
Ernest Prakasa membangun manajemen artis bersama dengan Dipa Andika.
Selain Aci, beberapa komika seperti Soleh Solihun, Ge Pamungkas, Arie Kriting, Bene Dion, Muhadkly Acho dan Krito Immanuel tercatat sebagai artis yang berada di naungan manajemen Hahaha Corp.
Berita Terkait
-
Ernest Prakasa Colek Artis Pendukung Prabowo-Gibran, Minta Bersuara Kalau Kontrak Sudah Habis
-
Sederet Figur Publik Angkat Suara soal Pengesahan Revisi UU TNI
-
Arie Kriting Soroti Kasus Kematian ASN Lombok Utara yang Diduga Jadi Korban Pemerasan Polisi
-
IHSG Anjlok Parah, Ernest Prakasa Yakin Buzzer Kesulitan Bela Pemerintah
-
Ernest Prakasa Tolak Keras RUU TNI, Takut Tragedi 1998 Terulang Lagi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim