Suara.com - Selain pakar ekspresi Kirdi Putra, psikolog Lita Gading juga ikut menanggapi bahasa tubuh Lisa Mariana saat konferensi pers membahas hubungan gelapnya dengan Ridwan Kamil di Jakarta Utara pada Jumat (11/4/2025).
Lewat akun TikTok pribadinya, Lita Gading mengungkap Lisa Mariana terlalu percaya diri menyuarakan isu perselingkuhan Ridwan Kamil dalam konferensi pers tersebut.
"Dengan pengakuan dia di konferensi pers, dengan PD-nya dia bersuara lantang, ujar Lita Gading.
Di samping itu, Lita Gading juga menilai Lisa Mariana merekayasa emosi dengan adegan menangis-tangis demi kepentingan mendapat simpati publik.
"Pakai ada mau nangis-nangis segala. Buat aku, itu sebuah gestur yang dibuat-buat ya," sambung Lita Gading.
Menurut Lita Gading, ada faktor tersembunyi di balik sikap percaya diri Lisa Mariana. Dia mencurigai, sang model berani bersuara karena modal nekat atau memiliki bekingan.
"Kok berani ya si LM itu melakukan sejauh itu? Pertama dia nekat, kedua dia ada yang menunggangi," ucap Lita Gading.
Lita Gading menduga, Lisa Mariana mendapat bekingan yang kuat untuk menjatuhkan reputasi Ridwan Kamil atau mengalihkan isu dari kasus korupsi BJB.
"Dia mungkin dibayar oleh seseorang untuk menjatuhkan RK atau dia dibayar oleh seseorang untuk pengalihan isu," ujar Lita Gading.
Baca Juga: Lisa Mariana Muncul! Klaim 100% Yakin CA Anak Kandung Ridwan Kamil
Cuplikan unggahan video komentar Lita Gading soal konferensi pers Lisa Mariana ini viral hingga mendapat atensi sebanyak 78,2 ribu jumlah tayangan.
"Video wik-wik siapa pemerannya?" tulis akun TikTok @litagading5, dikutip pada Sabtu (12/4/2025).
Perihal itu, sejumlah netizen turut memberikan respons dan komentar yang beragam.
"Dugaanku juga begitu, ada lawan politik yang ingin menjatuhkan RK," tulis seorang netizen.
"Saya percaya sama L sih karena banyak oknum pejabat yang suka jajan, itu bukan rahasia umum sih," kata netizen lain.
"Saya rasa dibelakang LM ada dukungan sehingga LM seberani itu. Mungkin bisa dari politik juga untuk menjatuhkan RK," tutur netizen yang lainnya.
Berita Terkait
-
Ada Ridwan Kamil di Belakang Kasus BJB? Begini Penjelasan KPK
-
Pakar Soroti Ekspresi Lisa Mariana Saat Konferensi Pers Bahas Ridwan Kamil, Diduga Banyak Bohong
-
Lisa Mariana Sebut Ridwan Kamil Tolak Pakai Pengaman, Kaget Saat Tahu Hamil
-
Elly Sugigi Siapanya Lisa Mariana? Ngaku Tahu Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil Sejak Lama
-
Lisa Mariana Muncul! Klaim 100% Yakin CA Anak Kandung Ridwan Kamil
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional