"Beda ya kalau anak orang kaya, boleh pakai masker?" tulis salah satu komentar netizen di media sosial.
"Sudah tahu kan kenapa polisi nggak mau buka maskernya? Soalnya sebentar lagi juga keluar, biar mukanya nggak tersebar dan tersangka masih punya masa depan," sindir netizen lainnya.
Spekulasi dan kekhawatiran publik kian meningkat, terutama setelah latar belakang keluarga Christiano terungkap.
Ayahnya, Setia Budi Tarigan, merupakan Direktur Operasional PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak usaha dari PT Astra International Tbk.
Status sosial ini dianggap sejumlah netizen sebagai potensi intervensi dalam proses hukum.
"Karena viral saja jadi pakai baju oranye, nanti juga bebas. Orang tuanya lagi nego dulu sebentar," tulis akun lain yang menyuarakan kecurigaan.
Pihak kepolisian sendiri menyatakan bahwa proses hukum terhadap Christiano Tarigan masih berjalan.
Sebelumnya, tersangka memang belum ditahan langsung setelah ditetapkan karena proses pemanggilan dan pemeriksaan masih berlangsung.
Kombes Pol. Ihsan, Kabid Humas Polda DIY, menjelaskan bahwa penyidik akan mempertimbangkan penahanan usai pemeriksaan lengkap terhadap tersangka dilakukan.
Baca Juga: Pengemudi BMW, Christiano Tarigan Resmi Ditahan di Mapolresta Sleman
Namun, kekhawatiran netizen tetap tak surut. Banyak yang menganggap penanganan kasus ini harus dilakukan secara transparan.
Apalagi, kasus ini melibatkan kematian seorang mahasiswa muda dan pelakunya berasal dari keluarga berpengaruh.
Banyak pengguna media sosial juga menyerukan agar kasus ini tetap dikawal ketat oleh masyarakat sipil.
"Tetap kawal terus, takutnya nanti cuma difoto saja pakai baju oranye itu. Biar Polri tahu kekuatan netizen," tulis netizen.
Christiano sendiri dalam keterangannya kepada penyidik mengaku kurang konsentrasi saat mengemudi.
Dia mengklaim kelelahan usai melakukan serangkaian aktivitas, termasuk bermain biliar.
Pernyataan ini pun tak luput dari kritik publik, yang menilai alasan tersebut sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa dianggap ringan.
Kini, publik menanti bagaimana aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini.
Tuntutan agar proses hukum berjalan adil dan transparan terus digaungkan, terutama untuk menunjukkan bahwa hukum berlaku tanpa pandang bulu, terlepas dari latar belakang sosial ekonomi pelaku.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik
-
Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto