"Saya sendiri aja nggak hidup tenang loh di republik ini," kata Atalarik.
Sedang dalam kasus ini, Atalarik Syach mengaku sudah mengesahkan kepemilikan atas lahan yang kini jadi objek sengketa itu sejak tahun 2000.
Tiga tahun berselang, Atalarik Syach baru membangun rumah untuk ditempati bersama keluarganya di sana.
"Saya tinggal di sana dari 2003, kepemilikan tanah dari 2000," jelas Atalarik.
Sementara gugatan dari Dede Tasno baru datang di 2015, dan sampai saat ini Atalarik Syach merasa belum menerima hasil putusan pengadilan yang memenangkan pihak lawan.
"Ada gugatan tahun 2015, sampai sekarang belum selesai," kata Atalarik.
Jangankan menerima salinan putusan serta surat perintah eksekusi lahan, Atalarik Syach bahkan baru menerima berkas-berkas seperti peringatan untuk mematuhi proses eksekusi tanpa paksaan hingga pencocokan objek untuk memastikan kesesuaian dengan lahan sengketa hari ini.
"Hak saya itu, karena selama ini saya tidak merasa menerima," beber Atalarik.
Oleh karenanya, Atalarik Syach akan tetap berjuang untuk mengambil lagi lahan yang diklaim sudah berpuluh tahun jadi haknya itu.
Baca Juga: Drama Eksekusi Lahan Berlanjut! Atalarik Syach Datangi Pengadilan, Ada Apa?
Terlepas dari fakta bahwa Attila Syach sudah sepakat membayar untuk pembebasan lahan ke pihak Dede Tasno, Atalarik masih berencana mempelajari kemungkinan untuk mengambil langkah lanjutan.
"Saya nggak akan menyerah. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak saya dari awal," tegas Atalarik.
Proses eksekusi lahan kediaman Atalarik Syach sendiri berlangsung pada 15 Mei 2025.
Dikabarkan lewat unggahan Instagram Story, Atalarik Syach mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi dari pengadilan sebelum petugas datang untuk mengosongkan lahan.
Atalarik Syach kala itu juga sempat berbagi cerita tentang bagaimana petugas yang datang tidak mau memberikan informasi lebih detail tentang pelaksanaan eksekusi.
Kasus serupa sebelumnya sempat dialami artis lain, Wanda Hamidah yang kala itu juga menghebohkan publik di 2022.
Wanda Hamidah mengabarkan lewat Instagram bahwa gerombolan dari Pemuda Pancasila mendatangi kediaman keluarganya di kawasan Cikini, Jakarta pada saat itu.
Diketahui dari peristiwa tersebut, rumah keluarga Wanda Hamidah ternyata diklaim milik Japto Soerjosoemarno.
Hamid Husein, paman Wanda Hamidah, bahkan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyerobotan lahan yang jadi objek sengketa.
Wanda Hamidah dan keluarga akhirnya pasrah mengikuti tuntutan pengosongan lahan dari pihak Japto Soerjosoemarno di hari itu.
Berita Terkait
-
Tsania Marwa Masih Tak Menyangka Diizinkan Masuk ke Rumah Atalarik Syach Bertemu Anak
-
9 Tahun Terhalang, Tsania Marwa Akhirnya Bisa Masuk ke Rumah Atalarik Syach dan Rayakan Ultah Anak
-
Ulang Tahun, Atalarik Syach Malah ke Pengadilan Terkait Kasus Sengketa Lahan
-
Rumah Nyaris Hilang! Atalarik Syach Lawan Balik Eksekusi Lahan yang Janggal!
-
4 Sumber Kekayaan Atalarik Syach yang Terjerat Kasus Sengketa Tanah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123