Suara.com - Ustaz Yahya Waloni sempat bercerita momen pertama kali dirinya baru saja masuk Islam sebelum meninggal dunia kemarin, Jumat 6 Juni 2025.
Saat Ustaz Yahya Waloni hendak melaksanakan salat sebagai orang yang baru saja mualaf, dirinya justru tak diperbolehkan masuk ke masjid.
"Pertama kali saya mau salat itu, saya nggak disuruh masuk ke masjid pak haji," kata Ustaz Yahya Waloni dalam Youtube Rhoma Irama Official 1 tahun lalu.
Padahal, waktu itu Ustaz Yahya Waloni sudah mengucap syahadat yang berarti sudah resmi mualaf. Namun, dirinya tak diizinkan masuk ke masjid karena belum disunat atau dikhitan.
"Saya sudah bersyahadat ini, tapi belum disunat waktu itu. Kata pak ketua MUI, boleh ke masjid tapi disunat dulu," katanya.
Karena itu, Ustaz Yahya Waloni ini langsung minta disunat hari itu juga dengan seorang mantri.
"Kalau gitu sunat sekarang saja pak kyai, saya bilang. Tapi suruh tunggu karena mantrinya belum datang," lanjut Ustaz Yahya Waloni.
Ustaz Yahya Waloni masih ingat kala itu dirinya disunat menggunakan bambu dan diikat karet hingga tak merasakan apapun di bagian organ intimnya.
Setelah mati rasa, ketua MUI langsung mengarahkan mantri yan dipanggilnya untuk segera menyunat Ustaz Yahya Waloni.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Ustaz Yahya Waloni Sadar Pernah Sakiti Perasaan Umat Kristen
"Terus disunat pakai golok?" Tanya Rhoma Irama.
"Enggak, pakai bambu terus diikat pakai karet di ujung terus dicubit-cubit. Pas saya bilang sudah tidak terasa, langsung (dia bilang) potong cepat," jawab Ustaz Yahya sambil tertawa.
Setelahnya, Ustaz Yahya Waloni mengatakan dirinya tak bisa memakai celana dan hanya bisa mengenakan sarung dengan kondisi dilonggarkan pada bagian organ intim selama 3 hari 3 malam.
Karena sunat itulah, Ustaz Yahya Waloni yang baru saja mualaf ini menjadi terbiasa mengenakan sarung yang menjadi alat salat laki-laki dalam Islam.
"3 hari 3 malam pak haji, tak bisa pakai celana begini terus saya. Pakai sarung terus saya dan dari situ saya jadi biasa pakai sarung," kata Ustaz Yahya Waloni.
Namun, Ustaz Yahya Waloni mengatakan dirinya baru merasa benar-benar sembuh normal setelah 2 minggu sunat.
Berita Terkait
-
Sebelum Meninggal, Ustaz Yahya Waloni Sadar Pernah Sakiti Perasaan Umat Kristen
-
Sosok Mutmainah Istri Ustaz Yahya Waloni, Ikut Mualaf dan Setia Sampai Akhir
-
Kisah Mualaf Ustaz Yahya Waloni, Bertemu Penjual Ikan yang Tak Bisa Dilihat Semua Orang
-
Unggahan Arie Untung Perlihatkan Detik-Detik Ustaz Yahya Waloni Meninggal Diserbu
-
Di Tengah Kisruh Royalti, Rhoma Irama Beri Kejutan: Silakan Nyanyi Lagu Saya Sepuasnya
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim