Suara.com - Dunia musik Indonesia tengah bergejolak dengan adanya tuntutan direct licensing dari para pencipta lagu atau komposor.
Namun di tengah sikap ini, Rhoma Irama yang dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, juga komposer memiliki sikap yang berbeda.
Musisi yang disebut sebagai Raja Dangdut ini mengumumkan bahwa seluruh penyanyi silakan untuk menyanyikan karya-karyanya.
Hal itu disampaikan Rhoma Irama di podcast-nya dengan bintang tamu Adi Adrian atau Adi KLa yang diunggah Jumat (6/7/2025).
"Wahai penyanyi dangdut di seluruh dunia, sialakan nyanyikan lagu saya, enggak saya tagih (royalti)," kata Rhoma Irama.
"Silakan sepuas-puasnya nyanyiin lagu saya, sampai serak-seraknya, enggak usah bayar. Hak eksklusif saya kan," kata musisi 78 tahun ini menyambung.
Rhoma Irama sadar, dengan polemik penuntutan royalti dari sejumlah pencipta lagu yang tergabung dalam Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) membuat banyak penyanyi takut membawakan lagu orang lain.
Rhoma Irama pun khawatir para pedangdut ikutan takut menyanyikan lagu ciptaannya.
"Karena nanti banyak yang pada takut tuh nyanyi. 'Waduh jangan nyanyi lagu Rhoma deh, nanti dituntut'," ujar Rhoma Irama.
Baca Juga: Profil Ida Royani, Istri Keenan Nasution yang Sentil Vidi Aldiano Terkenal Berkat Nuansa Bening
Rhoma Irama mengaku khawatir bila lagu-lagunya tak dinyanyikan orang lain, maka akan mubazir.
"Ini suatu pengumuman, yang mau menyanyi, nyanyi aja silakan. Karena prinsip saya gini, kalau karya saya enggak dinyanyiin orang, mubazir ini," imbuh Rhoma Irama.
"Sedekah itu enggak hanya materi saja. Kalau karya kita bisa bermanfaat buat orang lain, kan pahala juga itu. Bener kan?" kata Rhoma menambahkan.
Rhoma Irama menegaskan, pernyataan ini hanya bentuk sebuah sikap dan tidak harus diikuti pencipta lagu lain. Rhoma pun menghargai komposer lain yang menuntut haknya tekait royalti lagu.
"Ini prinsip saya, bukan harus pencipta ikut begini, ini hak eksklusif. Anda menuntut hak Anda, itu benar, tidak salah, karena ada undang-undangnya. Menggunakan hak itu benar, itu tidak salah," ucap Rhoma Irama.
Terakhir, Rhoma Irama mengingatkan bahwa permasalahan di dunia musik seharusnya disikap dengan santai.
Berita Terkait
-
Profil Ida Royani, Istri Keenan Nasution yang Sentil Vidi Aldiano Terkenal Berkat Nuansa Bening
-
Digugat Keenan Nasution, Lagu Nuansa Bening Versi Vidi Aldiano Hilang dari Spotify
-
Bertemu Rhoma Irama di Bandara, Adab Bunga Citra Lestari Saat Berinteraksi Dipuji Selangit
-
Cerita Mengejutkan Bagus NTRL Soal Royalti Lagu Garuda di Dadaku
-
Sudut Pandang Rhoma Irama Soal Kisruh Royalti Lagu Sebagai Eks Petinggi LMKN
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!