“Menurut gue, untuk Raja Ampat nggak ada kata 'sementara'. Tambang di-stop untuk selamanya,” pintanya.
Unggahan Ridho langsung memicu reaksi dari publik. Aktor senior Lukman Sardi turut memberikan dukungan singkat namun padat.
“Sepakat,” tulisnya di kolom komentar.
Banyak pula warganet yang memberikan dukungan serupa, sambil membandingkan kondisi Raja Ampat dengan daerah lain yang mengalami kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam.
“Sama bang, di Kalimantan juga begitu. Hutan sudah gundul karena batu bara dikeruk. Rakyatnya nggak sejahtera juga, dan sekarang di Kalimantan merasakan banjir kayak di Jakarta,” tulis seorang pengguna.
Namun tak sedikit pula warganet yang memberikan kritik kepada Ridho dan Slank.
Beberapa menyinggung soal dukungan Slank terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo selama dua periode, yang dianggap sebagai bagian dari kelompok kekuasaan yang mengeluarkan izin pertambangan.
“Perasaan izinnya keluar waktu band om mendukung dua periode kemarin. Nah hayoo, kemarin-kemarin ke mana aja?” tulis seorang netizen.
Ada pula yang mengaitkan pernyataan Ridho dengan arah politik Slank yang dulu dikenal vokal mengkritik pemerintah.
Baca Juga: Berkunjung ke IKN, Daniel Mananta Diminta Suarakan 'Save Raja Ampat'
“Ayo kembalikan marwah Slank yang full kritik kalau emang pemerintah nggak benar,” pinta salah satu warganet.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, suara Ridho Hafied ini menjadi salah satu dari sekian banyak seruan masyarakat yang menolak perusakan alam atas nama pembangunan dan investasi.
Suara yang mengingatkan bahwa kekayaan sejati Indonesia terletak pada kelestarian alamnya, bukan di kerak tambang yang dikuras tanpa hati.
Berita Terkait
-
Berkunjung ke IKN, Daniel Mananta Diminta Suarakan 'Save Raja Ampat'
-
Postingan Ahmad Dhani Soal Raja Ampat Sempat Dihapus yang Ada Jokowinya, Ada Apa?
-
7 Potret Artis Indonesia Liburan ke Raja Ampat, Ada yang Fobia Pesawat
-
Melanie Subono: Ribuan Kasus Raja Ampat Belum Terungkap, Indonesia Darurat Perampasan
-
Saat Kristo Immanuel Parodikan Cara Pemerintah Rusak Lingkungan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim