Sayangnya, kritik dan rasa penasaran Ernest Prakasa malah dibalas kritik dan cibiran dari pengguna X lain.
Entah akun buzzer atau bukan, banyak yang menyebut sikap Ernest Prakasa berlebihan saat melihat pemimpin negara mengapresiasi atlet berprestasi lewat sebuah hadiah.
Ada juga yang berpendapat bahwa pertanyaan Ernest Prakasa tidak relevan, karena meyakini Prabowo Subianto memakai dana pribadi dalam menyiapkan hadiah untuk tim nasional sepak bola Indonesia.
Cerita Ernest Prakasa bisa dibilang identik dengan apa yang Ferry Irwandi alami sebelum mengumumkan penutupan akun X.
Keberanian Ferry Irwandi dalam menyampaikan kritik atas isu-isu sosial berdampak pada ragam upaya pembunuhan karakter dari para buzzer.
"Ada beberapa kondisi yang harus gue hadapi, termasuk adanya upaya pembunuhan karakter yang sempat gue jelaskan di Instagram atau di Twitter," ucap Ferry beberapa waktu lalu.
Bahkan, Ferry Irwandi sempat menyinggung sesuatu bersifat ancaman yang diduga ditujukan ke orang-orang terdekatnya imbas kritik tersebut.
"Ada banyak hal, yang perlu gue lakukan tanpa perlu spotlight media sosial, tanpa perlu posting segala macem. Yang mana kalau tidak gue lakukan saat itu juga, mungkin nyawa seseorang yang terancam. Jadi butuh tindakan cepat, energi yang banyak dan fokus yang konkret," kata Ferry Irwandi.
Namun, ancaman-ancaman yang datang bukan jadi alasan Ferry Irwandi menutup akun X.
Baca Juga: Hadiah Mewah untuk Timnas, Ernest Prakasa Sentil Anggaran di Tengah Krisis
Ferry Irwandi cuma merasa lebih bisa berpikir jernih, kalau tidak mengikuti dinamika lini masa platform X yang sangat sering menimbulkan kegaduhan.
Ferry Irwandi juga memastikan akan tetap memperjuangkan keyakinannya dalam menentang kebijakan kontroversial pemerintah lewat cara lain.
"Tidak ada yang gue sesali dari dampak bersuara atas ini," imbuh Ferry menegaskan.
Berita Terkait
-
Hadiah Mewah untuk Timnas, Ernest Prakasa Sentil Anggaran di Tengah Krisis
-
Ernest Prakasa Ikut Sindir Pemerintah Imbas Tambang Nikel di Raja Ampat
-
Ernest Prakasa: Banyak yang Salah Paham Soal Agak Laen Versi Internasional
-
Setelah 14 Tahun, Ryan Adriandhy Bikin Ernest Prakasa Jadi Juara Tiga Lagi
-
Setelah 41 Hari Tayang, Jumbo Akhirnya Lampaui Rekor Jumlah Penonton Agak Laen
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim