Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

Selasa, 15 September 2026 | 14:46 WIB
Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan dan harga beras di sejumlah pasar serta pusat perbelanjaan di Kota Tangerang. [Suara.com/Polda Metro Jaya]
  • Polda Metro Jaya melakukan sidak beras di Kota Tangerang.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan stok beras aman dan seluruh harga di pasar serta supermarket masih sesuai HET.
  • Menteri Pertanian menyatakan total ketersediaan beras nasional mencapai 25-26 juta ton dan cukup untuk 10 bulan ke depan.

Suara.com - Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan dan harga beras di sejumlah pasar serta pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Senin (14/9/2026). Hasilnya, stok beras dipastikan aman dan harga masih sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Pengecekan dilakukan Tim Unit 5 Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama instansi terkait. Petugas menyasar Pasar Anyar Tangerang, Superindo Cipondoh, dan Hypermart Mall Metropolis.

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Ardila Amry mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan, kelancaran distribusi, sekaligus mengawasi harga beras.

"Tempat pelaksanaan di wilayah hukum Polres Tangerang Kota yakni di Pasar Anyar Tangerang Kota, Superindo Cipondoh dan Hypermart Mall Metropolis," kata Ardila kepada wartawan.

Di Pasar Anyar, petugas menemukan harga beras medium Rp12.500 per kilogram, premium Rp14.900 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Seluruhnya masih sesuai HET dan stok dinyatakan aman.

Kondisi serupa ditemukan di Superindo Cipondoh. Beras premium dijual Rp14.900 per kilogram, sedangkan SPHP Rp12.500 per kilogram.

Sementara di Hypermart Mall Metropolis, beras SPHP juga dijual Rp12.500 per kilogram atau sesuai HET.

"Ketersediaan bahan pokok saat ini masih tersedia untuk pasar tradisional, dan seluruh supermarket sudah menjual beras sesuai HET," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam jumpa pers bahas beras fortifikasi diduga lakukan penipuan di Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Suara.com/Fakhri]

Stok Nasional

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman. Pemerintah memperkirakan ketersediaan beras saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan ke depan.

Amran mengatakan ketahanan pangan tetap terjaga meski dunia menghadapi tekanan berupa krisis pangan, energi, dan air. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga produksi pangan di tengah ancaman El Nino ekstrem.

Langkah tersebut antara lain pembangunan irigasi, embung, pompanisasi, optimalisasi sawah dan rawa, hingga pencetakan sawah baru.

Dari upaya tersebut, Amran menyebut luas standing crop saat ini mencapai sekitar 3,8 juta hektare dengan produksi yang diperkirakan mencapai 10 juta ton.

Pemerintah juga memperhitungkan pasokan dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang disebut lebih dari 10 juta ton serta stok beras di Perum Bulog sekitar 5 juta ton.

Dengan demikian, total ketersediaan beras yang diperhitungkan pemerintah mencapai sekitar 25-26 juta ton. Sementara kebutuhan beras nasional berada di kisaran 2,5-2,6 juta ton per bulan.

"Artinya apa? Cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan," ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran memperkirakan stok tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sekitar Juni 2027. Kondisi stok yang kuat juga dinilai memungkinkan Indonesia kembali melakukan ekspor beras.

"Bukan saja stok kita aman, tapi kita sudah ekspor ke Malaysia, dan ini sejarah baru untuk Republik Indonesia," katanya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com