“Walaupun aku suka menari, tapi lebih suka tarian modern. Di sini aku perlu menari dengan basic gerakan tarian tradisional yang gerakannya memang dibuat khusus untuk film ini,” ujar Febby.
Meski ini adalah debutnya dalam genre horor, Febby dinilai berhasil menghidupkan karakter utama dengan sangat meyakinkan.
“Saya sudah yakin sejak awal bahwa Febby adalah pilihan yang tepat. Pengalaman aktingnya dan dedikasi yang dia tunjukkan selama proses produksi sangat luar biasa,” ujar Darmawan.
Cerita Mistis yang Dibalut Konflik Sosial
Perbedaan Narik Sukmo dari film horor sejenis adalah lapisan konflik yang kompleks. Tak hanya soal supranatural dan mimpi buruk, film ini juga menyentuh persoalan konflik sosial dan politik yang memecah belah masyarakat di Desa Kelawangin.
Ketegangan antara dua kelompok besar di desa tersebut mencerminkan dinamika kekuasaan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Sutradara Indra Gunawan menekankan bahwa film ini tidak sekadar menawarkan ketegangan, tetapi juga mengangkat pesan moral.
“Desa Kelawangin adalah gambaran masyarakat kita hari ini mudah sekali terhasut oleh hoaks, fitnah, dan politik kekuasaan. Film ini ingin menyampaikan bahwa setiap keputusan pasti ada akibatnya,” jelas Indra.
Refleksi Kondisi Masyarakat saat Ini
Baca Juga: Rindu ke Tanah Suci, Febby Rastanty Berharap Bisa Umrah Bareng Suami Tahun Ini
Sutradara Indra Gunawan menyampaikan bahwa film ini menjadi refleksi atas kondisi masyarakat modern yang mudah terprovokasi oleh hoaks dan kepentingan politik.
“Masyarakat Desa Kelawangin di masa lalu merupakan cerminan masyarakat kita saat ini yang mudah sekali terhasut oleh hoax ataupun fitnah karena politik dan kepentingan kekuasaan. Lewat film ini kami mencoba menyampaikan pesan bahwa akan selalu ada konsekuensi dari setiap tindakan yang kita pilih,” tegas Indra.
Kontributor : Anistya Yustika
Berita Terkait
-
Tampil Brewokan Hingga Gondrong, Aliando Syarief Bantah Jadi Dukun
-
Narik Sukmo, Sebuah Kisah Sekte dan Ritual Keramat: Inilah Film Misteri dan Dendam Masa Lalu
-
Tisa TS Sindir Artis Kabur saat Syuting Sinetron, Nama Aliando Syarief Terseret
-
Sama-Sama Punya Pasangan Cuek, Intip Siasat Febby Rastanty dan Ria Ricis
-
Yuki Kato Sedang Dicarikan Jodoh oleh Circle 'Blekpunk': Kami Sedang Berusaha
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Sinopsis The Koreans, Lee Byung Hun dan Han Ji Min Jadi Pasangan Mata-Mata Korea Utara
-
Viral Wanita Tak Dikenal Masuk Rumah Owner Skincare Tanpa Izin, Diusir Malah Melawan
-
Sinopsis The Lord of the Rings: Shadow of the Past, Kisah Awal Hobbit dan Kematian Frodo
-
Viral Pemuda Tewas Tabrak Tiang Saat Dikejar Polisi, Kapolres Pacitan Minta Maaf
-
Teka-teki Mulai Terjawab, Ravel Entertainment Beri Kode Boyong Avenged Sevenfold ke Jakarta
-
Pacific Rim: Upaya Manusia Ciptakan Jaeger untuk Lawan Kaiju, Malam Ini di Trans TV
-
Jadi Istri Pejabat, Daster Arumi Bachsin Cuma Rp30 Ribuan
-
Aurelie Moeremans Ungkap Kriteria Utama dalam Memilih Rumah Produksi Film Broken Strings
-
Terpilih Jadi Severus Snape di Serial Harry Potter, Paapa Essiedu Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Beda Reaksi Fuji Ditanya Gebetan, Full Senyum saat Disinggung Reza Arap