Suara.com - Di tengah riuh rendahnya musik pop dan algoritma TikTok yang serba instan, ada satu nama yang gemanya tak pernah benar-benar padam: Rage Against The Machine.
Bagi generasi yang tumbuh di era 90-an, RATM adalah soundtrack pemberontakan. Bagi generasi sekarang, musik mereka adalah warisan kemarahan yang anehnya terasa semakin relevan.
RATM bukan sekadar band; mereka adalah sebuah pernyataan sikap yang dibalut distorsi gitar dan hentakan drum yang militan.
Lahir di Los Angeles pada tahun 1991, Rage Against The Machine—terdiri dari vokalis Zack de la Rocha, gitaris Tom Morello, bassist Tim Commerford, dan drummer Brad Wilk—muncul sebagai anomali.
Saat kancah musik Seattle meledak dengan grunge yang introspektif, RATM datang membawa api yang berbeda.
Mereka melebur funk yang groovy, hip-hop yang sarat rima, dan metal yang berat menjadi sebuah entitas musik yang belum pernah terdengar sebelumnya.
Nama mereka sendiri, "Rage Against The Machine" (Amarah Melawan Mesin), bukanlah sekadar nama panggung, melainkan sebuah manifesto.
Lirik Sebagai Senjata, Panggung Sebagai Mimbar
Keunikan RATM tidak hanya terletak pada musiknya. Kekuatan terbesar mereka adalah lirik Zack de la Rocha yang tanpa kompromi.
Baca Juga: Sugeng Wengi dari Rahma Diva: Balada Patah Hati Balungan Kere yang Siap Bikin Ambyar
Ia tidak bernyanyi tentang cinta yang kandas atau pesta semalam suntuk. Ia berteriak lantang tentang ketidakadilan sistemik, imperialisme Amerika, kebrutalan polisi, dan perlawanan terhadap korporasi.
Lagu seperti "Killing in the Name" dengan mantra ikoniknya bukan sekadar lagu rock; itu adalah himne perlawanan yang diteriakkan di berbagai aksi demonstrasi di seluruh dunia, bahkan puluhan tahun setelah dirilis.
Zack de la Rocha dan Tom Morello selalu memandang musik mereka lebih dari sekadar hiburan.
Dalam sebuah wawancara, semangat mereka tergambar jelas: "Bagi kami, musik bukanlah sekadar pelarian; ini adalah palu godam untuk menghancurkan tembok kebisuan."
Mereka menggunakan popularitasnya untuk menyuarakan isu-isu yang seringkali dihindari oleh musisi arus utama, dari dukungan terhadap Zapatista di Meksiko hingga kritik keras terhadap kebijakan luar negeri AS.
Tom Morello: Sang Arsitek Suara Pemberontakan
Berita Terkait
-
Sugeng Wengi dari Rahma Diva: Balada Patah Hati Balungan Kere yang Siap Bikin Ambyar
-
Juicy Luicy Rilis Malapetaka: Lagu untuk Mereka yang Terjebak di Persimpangan Bahagia dan Bencana
-
10 Lagu Indonesia yang Ampuh Usir Stres dan Jaga Keseimbangan Mental
-
Gaia Music Festival 2025: Jazz, Alam, dan Kehangatan yang Menyatu di Lembah Bandung
-
Digelar Bulan Depan, Svara Fest 2025 Bakal Hadirkan Tiara Andini Hingga Reuni Okin dan Onad
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Nathalie Holscher Sindir Anak-Anak Sule yang Lupa Adiknya?
-
Kisah Pahit Naura Ayu Diremehkan Mantan Artis Cilik di Awal Karier, Membekas Sampai Sekarang
-
Nicholas Saputra Turun Langsung Salurkan Bantuan di Aceh, Tompi Disindir Netizen
-
Pernikahan Darma Mangkuluhur Jadi Sorotan, Brian McKnight Muncul sebagai Kejutan untuk Sang Ibu
-
Diduga Bela Timothy Ronald, Hotman Paris Sebut Ribuan Dosen Bisa Dipenjara!
-
Dikaitkan dengan Buku Aurelie, Roby Tremonti Nangis-Nangis Minta Diundang ke Podcast Denny Sumargo
-
Astrid Tiar Semprot Inara Rusli Soal Deadline Status ke Suami Orang: Minta Maaf, Bukan Ngelunjak!
-
Banyak Rumah Produksi Mau Angkat Buku Broken Strings ke Layar Lebar, Aurelie Moeremans Kaget
-
Andien Ungkap Trauma Masa Lalu Usai Membaca Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans
-
Ceritanya Viral, Begini Cara Beli Buku Fisik Broken Strings Karya Aurelie Moeremans