- Pelangi di Mars menggunakan konsep hybrid (live-action dan animasi 3D) dengan teknologi XR (Unreal Engine) dan dijadwalkan tayang 2026
- Sutradara Upie Guava ingin anak Indonesia, yang diwakili karakter Pelangi, memimpin petualangan menyelamatkan bumi dengan memimpin robot-robot asing
- Produksi Film Negara (PFN) mendukung proyek ambisius ini dan berencana mengembangkan IP Unyil setelah perilisan Pelangi di Mars
Suara.com - Industri perfilman Tanah Air kembali mencatat sejarah baru.
Mahakarya Pictures bersama MBK Production dan Perum Produksi Film Negara (PFN) resmi merilis teaser trailer film Pelangi di Mars di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 24 November 2025.
Film ini digadang-gadang sebagai terobosan besar karena mengusung konsep hybrid yang menggabungkan live-action dengan animasi 3D secara penuh menggunakan teknologi XR (Extended Reality).
Disutradarai oleh Upie Guava, film ini diproyeksikan tayang di bioskop pada tahun 2026.
Minimnya Film Petualangan Anak Jadi Pemicu
Upie Guava, sang sutradara yang dikenal dengan visual ciamiknya, mengungkapkan bahwa ide film ini lahir dari kegelisahannya sebagai seorang ayah.
Dia merasa anak-anak Indonesia kekurangan pilihan tontonan yang membangkitkan semangat petualangan dan imajinasi liar, berbeda dengan masa kecilnya yang ditemani film-film legendaris.
"Saya tumbuh dengan Star Wars, tumbuh dengan Back to the Future, tumbuh dengan komik Tintin. Jadi pas kecil tuh berasa menjadi orang dewasa itu tentang petualangan, menjelajah. Nah, saya pribadi merasa tidak terlalu banyak pilihan untuk anak-anak sekarang, apalagi Indonesia," kata Upie Guava kepada awak media.
Berangkat dari gagasan "bangsa yang besar adalah mimpi anak-anaknya", Upie ingin menanamkan kepercayaan diri pada anak Indonesia bahwa mereka bisa menaklukkan dunia.
Baca Juga: Belajar dari Strategi 7 Tahun Jumbo, Ambisi Animasi Lokal Menuju Panggung Global
Dalam film ini, karakter utamanya bahkan memimpin robot-robot dari bangsa lain untuk menyelamatkan bumi.
"Sesederhana ada anak kecil yang mimpin petualangan, memberikan solusi untuk masalah di bumi, tapi yang dia pimpin tuh robot-robot dari bangsa lain," tambahnya.
Teknologi Canggih dan Proses "Paling Repot"
Dendi Reynando selaku produser dari Mahakarya Pictures tidak menampik bahwa Pelangi di Mars adalah proyek paling ambisius dan rumit yang pernah dia kerjakan.
Dimulai sejak tahun 2020, film ini memanfaatkan teknologi Virtual Production menggunakan Unreal Engine, teknologi yang biasa dipakai dalam pembuatan game modern seperti Fortnite.
"Kalau kata orang-orang, gue nyari cara paling repot buat bikin film. Tapi jujur saya enggak nyesal," kata Dendi.
Berita Terkait
-
Pesan Kuat di Balik Film 'David': Mengalahkan 'Raksasa' dalam Hidup Kita Sehari-hari
-
Sinopsis Perfect Crown, Lika-liku IU dan Byeon Woo-seok Nikah Kontrak
-
First Look Ally Dirilis, Debut Film Animasi Panjang Sutradara Bong Joon Ho
-
Atta Halilintar Produseri Film Animasi Garuda di Dadaku, Karakter Utama Wakili Cita-citanya
-
Ciptakan Kenangan Tak Terlupakan Bersama Keluarga lewat Disney On Ice: Magic in the Stars di Jakarta
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Sinopsis Kala, Film Joko Anwar yang Bikin Manoj Punjabi Rugi Miliaran Rupiah
-
Segera Tayang! Sinopsis Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
-
Baru Bebas, Doni Salmanan Dipastikan Berpenghasilan Rp150 Juta per Bulan
-
Review Film Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang Perasaan
-
Sinopsis Film Sarahs Oil: Dari Kemiskinan ke Jutaan Dolar, Kisah Nyata yang Menginspirasi
-
Menantea Pamit Total April 2026, Jerome Polin Bongkar Skandal Penipuan Internal Tembus Rp38 Miliar
-
Denise Chariesta Ungkap Anaknya Jadi Sasaran Hujatan, Sudah Terjadi Sejak Dalam Kandungan
-
Tak Langsung Punya Lagu, 5 Musisi Dunia Awali Karier Lewat Cover Lagu
-
Enda Ungu Murka! Netizen Komentar Jorok ke Anak, Langsung Ancam ke Jalur Hukum