Suara.com - Agnez Mo kembali menjadi sorotan publik, karena videonya yang ikut menonton parade kaum pelangi alias LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) di Kanada viral di media sosial.
Agnez Mo sebagai penyanyi multitalenta yang sukses meniti karier di panggung Internasional ini memang sering mencuri perhatian, baik melalui prestasi gemilangnya maupun sederet kontroversi yang menyertainya.
Perjalanan Agnez Mo untuk go International memang tidak mulus. Berbagai rintangan dan kritik kerap menghampirinya. Namun, di balik semua itu, ia tetap menjadi salah satu ikon musik paling berpengaruh di Indonesia.
Berikut adalah rangkuman beberapa kontroversi terbesar yang pernah menjerat Agnez Mo sepanjang kariernya.
1. Dilaporkan Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Kontroversi yang menyeret nama Agnez Mo belakangan adalah laporan dugaan pelanggaran hak cipta yang dilayangkan oleh komposer Ari Bias.
Agnez Mo dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 19 Juni 2024 atas tuduhan membawakan lagu ciptaan Ari Bias, salah satunya "Bilang Saja", dalam konser komersial tanpa izin.
Menurut kuasa hukum Ari Bias, Minola Sebayang, Agnez telah membawakan lagu tersebut di tiga kelab malam di Surabaya, Jakarta, dan Bandung.
Kasus ini bermula ketika Ari Bias merasa tidak ada respons dari pihak Agnez Mo terkait permintaan lisensi.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Akan Ada Squid Game Cinematic Universe?
Puncaknya, Ari melayangkan gugatan perdata dan menuntut ganti rugi sebesar Rp1,5 miliar.
Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akhirnya mengabulkan gugatan tersebut pada 30 Januari 2025, menyatakan Agnez Mo melanggar hak cipta.
2. Pernyataan "Tak Punya Darah Indonesia" yang Viral
Pada akhir 2019, sebuah potongan video wawancara Agnez Mo dengan media asing menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.
Dalam wawancara tersebut, Agnez Mo menyatakan bahwa ia tidak memiliki darah Indonesia.
"I don't have Indonesian blood whatsoever. I'm actually German, Japanese, Chinese, I'm just born in Indonesia," begitu ucapan Agnez yang memicu pro dan kontra.
Banyak yang menyayangkan pernyataan tersebut dan menganggapnya tidak nasionalis.
Namun, tidak sedikit pula yang membelanya, berargumen bahwa pernyataan Agnez disalahpahami dan dipotong dari konteks lengkapnya, di mana ia juga menjelaskan tentang keberagaman budaya di Indonesia yang memengaruhinya.
3. Kostum Bertuliskan Aksara Arab
Penampilan panggung Agnez Mo selalu totalitas dan tak jarang mengundang decak kagum.
Namun, pada sebuah acara ulang tahun stasiun televisi swasta tahun 2016, kostumnya justru menuai kritik.
Agnez mengenakan busana berwarna hitam dengan aksen tulisan Arab di bagian bawahnya.
Penampilannya itu dianggap sebagian pihak sebagai bentuk pelecehan terhadap umat Muslim.
Namun, pihak Agnez Mo dan para penggemarnya segera memberikan klarifikasi bahwa tulisan tersebut bukanlah kutipan dari kitab suci, melainkan kata "persatuan" atau 'united' dalam bahasa Arab.
Kostum itu merupakan karya desainer internasional KTZ, yang memang sering menggunakan aksara dari berbagai bahasa dalam rancangannya, dengan tema "timur bertemu barat".
4. Kontroversi Video Musik "Party in Bali"
Video musik "Party in Bali" milik Agnez Mo juga sempat menuai kritik karena dianggap tidak menampilkan budaya Bali.
Alih-alih menampilkan orang asli Bali dalam video klipnya, Agnez Mo justru menampilkan dirinya yang seolah sedang berpesta di sebuah villa bersama teman-teman bulenya ketika musim panas.
Karena itu, video klip lagu "Party in Bali" milik Agnez Mo dianggap tak melokal karena tak menggambarkan Bali pada video klipnya.
5. Nonton Parade LGBT
Terbaru, Agnez Mo kembali menimbulkan kontroversi karena menghadiri parade kaum LGBT di Kanada.
Kehadiran Agnez Mo di tengah parade tersebut dianggap mendukung kaum LGBT meskipun hanya sebagai penonton, terlebih dirinya sempat terlihat tertawa bahagia ketika kaum pelangi melintas di depannya pada video yang viral di media sosial.
Bahkan, Agnez Mo juga membagikan keseruannya menghadiri parade kaum LGBT melalui Instagram story dengan caption "Happy Pride".
Pelantun lagu "Tak Ada Logika" itu pun membagikan sejumlah momen dalam parade itu, seperti momen bendera pelangi berkibar, sejumlah transgender yang berdiri di atas mobil, hingga atraksi motor berbendera pelangi.
Berita Terkait
-
Melly Goeslaw Ungkap Putusan Hukum Kasus Royalti Agnez Mo Tidak Sesuai Undang-Undang
-
Ahmad Dhani Bungkam Saat DPR Bela Agnez Mo, Takut Kehilangan Jabatan?
-
Momen Joe Biden Lewat Saat Agnez Mo Syuting Reacher Season 4 di Philadelphia Bikin Heboh
-
6 Kisah Perjalanan Agnez Mo Terpilih Jadi Cast Serial Reacher Season 4
-
Ogah Ribet, Charly Van Houten Bebaskan Lagunya Dinyanyikan: Tidak Wajib Bayar Royalti
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Sinopsis Film Supergirl yang Siap Tayang di Bioskop: Saat Sepupu Superman Menemukan Jati Dirinya
-
Konser FFOREVER Jakarta Digelar 3 Hari, Ini Rundown dan Jadwal Penukaran Tiket Resmi
-
Ruben Onsu Dituduh Tak Beri Nafkah, Perjanjian Bayar Rp200 Juta per Bulan dengan Sarwendah Dibongkar
-
Giring Ganesha Bertemu Personel Nidji, Seruan untuk Reuni Menyeruak
-
Nobody Loves Kay Tampilkan Konflik Keluarga dan Sahabat, Angkat Kisah Sukses Pro Player Kairi Onic
-
Sinopsis Elysium di Bioskop Trans TV Malam Ini: Gambaran Bumi Masa Depan yang Hancur dan Sekarat
-
Bullet Head: Ketika Penjahat Kelas Kakap Terjebak dalam Labirin Maut, Malam Ini di Trans TV
-
Bukan Sekadar Game, Bima Azriel Ceritakan Pesan Mendalam di Film Nobody Loves Kay
-
Raline Shah Bagikan Cara Jaga Kesehatan Tanpa Diet Ketat
-
Rayakan Idul Adha 2026, Fuji Siapkan Sapi Kurban Jumbo 7 Kuintal