Suara.com - Dunia hiburan Korea Selatan kembali diselimuti awan duka. Sebuah kabar mengejutkan datang dari Shim Jaehyun, mantan personel termuda atau maknae dari boy group F.Able, yang dikabarkan telah meninggal dunia.
Berita ini sontak membuat para penggemar K-Pop, terutama yang mengikuti perjalanan F.Able, merasa kehilangan dan berduka cita atas kepergian sang idola di usia yang masih sangat muda, 23 tahun.
Kabar ini pertama kali terungkap melalui sebuah unggahan emosional di akun Instagram pribadi milik Jaehyun, yang ditulis langsung oleh kakak perempuannya.
Konfirmasi Pihak Keluarga yang Mengharukan
Pada hari Selasa (12/3/2024), akun Instagram Shim Jaehyun (@shimjaehyun__) membagikan sebuah postingan yang mengonfirmasi kepergiannya. Kakak perempuan Jaehyun mengambil alih akun tersebut untuk menyampaikan berita duka kepada para penggemar yang telah setia mendukung adiknya.
Dalam unggahannya, ia menulis dengan penuh kesedihan, "Halo, ini kakak Shim Jaehyun. Adikku tersayang Jaehyun memilih untuk menjadi bintang di langit pada 11 Maret 2024. Aku menulis postingan ini karena aku ingin memberi tahu penggemar yang mencintai dan mendukungnya."
Unggahan tersebut sontak dibanjiri ucapan belasungkawa dari para penggemar dan rekan-rekannya. Pihak keluarga juga menginformasikan bahwa prosesi pemakaman diadakan di Rumah Duka Universitas Joongang, dengan prosesi pelepasan jenazah yang berlangsung pada 13 Maret 2024.
Jejak Karier Singkat dan Perjuangan Setelah Grup Bubar
Shim Jaehyun memulai debutnya sebagai idola K-Pop bersama grup F.Able di bawah naungan agensi Haeirum Entertainment pada tahun 2020.
Baca Juga: Bikin Baper, Esensi Lagu SEVENTEEN '247': Bukan Musik Cinta Biasa
Dikenal dengan posisi sebagai maknae, ia berhasil mencuri perhatian dengan pesona dan bakatnya. Sayangnya, perjalanan F.Able tidak berlangsung lama. Grup ini resmi dibubarkan pada tahun 2023.
Setelah pembubaran grup, babak baru yang lebih sulit tampaknya dimulai bagi Jaehyun. Laporan dari berbagai media lokal menyebutkan bahwa setelah F.Able bubar, Shim Jaehyun sempat dikabarkan menghilang.
Keluarga dan teman-teman terdekatnya kehilangan kontak dan berusaha mencarinya.
Kabar hilangnya Jaehyun setelah grupnya tidak lagi aktif menjadi sebuah potret pilu dari realita yang sering dihadapi para idola pasca-grup mereka bubar.
Transisi dari kehidupan yang penuh sorotan menjadi individu biasa seringkali datang dengan tantangan mental dan emosional yang luar biasa berat.
Sorotan pada Isu Kesehatan Mental di Industri K-Pop
Kepergian Shim Jaehyun sekali lagi menyalakan alarm tentang isu kesehatan mental yang mengintai di balik gemerlap panggung K-Pop.
Frasa "memilih untuk menjadi bintang di langit" yang digunakan oleh kakaknya seringkali menjadi eufemisme di Korea Selatan untuk tindakan mengakhiri hidup sendiri.
Kejadian tragis ini mengingatkan publik pada tekanan berat yang harus dihadapi para idola, mulai dari:
1. Persaingan yang sangat ketat sejak usia belia.
2. Tuntutan kesempurnaan dari agensi dan publik.
3. Komentar jahat dan perundungan siber (cyberbullying).
4. Ketidakpastian karier, terutama bagi grup yang berasal dari agensi kecil.
Bagi banyak anak muda, menjadi idol K-Pop adalah mimpi yang indah. Namun, realitanya bisa menjadi mimpi buruk yang dipenuhi kecemasan, depresi, dan perasaan terisolasi.
Kasus Shim Jaehyun menjadi pengingat pahit bahwa di balik senyum di atas panggung, ada perjuangan tak terlihat yang mungkin sedang mereka hadapi sendirian.
Kepergian Shim Jaehyun adalah kehilangan besar bagi keluarga, teman, dan para penggemar yang mencintainya. Perjalanannya yang singkat di industri musik akan selalu dikenang sebagai pengingat akan pentingnya dukungan, empati, dan kesadaran akan kesehatan mental, tidak hanya di industri K-Pop, tetapi juga di lingkungan kita sehari-hari.
Berita Terkait
-
STAYC Getarkan Jakarta, Awali Tur Dunia 2025 dengan Energi Penuh Gairah
-
BOYNEXTDOOR di Lagu Step By Step: Kenangan, Cinta, dan Musim Panas
-
SHINee Lamar Pujaan Hati di Lagu Ballad Romantis Bertajuk Marry You
-
Terkurung Ekspetasi, Lagu ENHYPEN Shout Out Jadi Simbol Kebebasan Gen Z
-
Stop Drama Toxic, TWICE Ungkap Pemberdayaan Diri Lewat Lagu 'Perfect World'
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Deretan Fakta yang Harus Diketahui Sebelum Menonton The Art of Sarah
-
Chat Anak Bunuh Diri di Demak dengan Ibunya Tersebar, Dikhawatirkan Menular
-
Penampilan Putri Virgoun saat Jalan Bareng Inara Rusli Disorot: Emaknya Takut Kalah Cantik
-
Jennifer Coppen Buka Suara Soal Tudingan The Connell Twins Tentang Artis J yang Suka 'Digilir'
-
Dibela Ferry Irwandi, Beredar Jejak Digital Bigmo Ngaku Korupsi Viewers
-
Rayakan Long Weekend Imlek 2026: Ini Daftar Film Terbaru di Bioskop yang Wajib Ditonton
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Umumkan Sekuel, Ini Sinopsis Pelangi di Mars Film Sci-Fi Indonesia Pertama dengan Teknologi XR
-
Jadi Juri, Ardhito Pramono Ungkap Kriteria Icon Sejati di Audisi The Icon Indonesia
-
Review The Art of Sarah: Akting Shin Hye Sun Brilian, Tapi Plotnya Banyak Celah