Kehadiran mereka terbukti mampu menarik puluhan ribu penonton dari Indonesia maupun mancanegara setiap tahunnya.
"Hammersonic akan terus tumbuh, berkembang dan berevolusi. Kami bukan hanya menyatukan antar lintas generasi, tapi menciptakan gelombang baru,” ujar Ravel Junardy.
Sejarah Hammersonic
Setiap tahun, puluhan ribu pencinta musik cadas dari seluruh dunia mengarahkan pandangan mereka ke Jakarta, Indonesia. Tujuannya satu: Hammersonic Festival, sebuah perhelatan akbar yang telah mengukuhkan dirinya sebagai festival musik metal dan rock terbesar di Asia Tenggara.
Namun, di balik panggung megah dan headliner kelas dunia, terdapat sebuah sejarah panjang tentang visi, konsistensi, dan evolusi yang membentuknya menjadi sebuah fenomena budaya.
Hammersonic lahir dari gagasan dan diskusi antara beberapa tokoh kunci di kancah musik cadas Indonesia. Ravel Junardy dari Ravel Entertainment, Stevie Item (gitaris Deadsquad dan Andra & The Backbone), serta mendiang Krisna J Sadrach (vokalis Sucker Head) memiliki mimpi yang sama: menyelenggarakan sebuah festival musik metal berskala internasional di Indonesia.
Mimpi tersebut terwujud pada 28 April 2012. Bertempat di Lapangan D Senayan, Jakarta, edisi perdana Hammersonic digelar dan langsung menjadi penanda sejarah baru. Dengan menghadirkan nama-nama internasional seperti Suffocation, Nile, dan Dirty Rotten Imbiciles (D.R.I.). Raksasa lokal seperti Burgerkill, Deadsquad, Seringai, dan Koil, festival ini sukses menyedot hingga 15.000 penonton.
Keberhasilan ini membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kancah metal yang solid dan patut diperhitungkan.
Baca Juga: Digelar Bulan Depan, Svara Fest 2025 Bakal Hadirkan Tiara Andini Hingga Reuni Okin dan Onad
Berita Terkait
-
Gaia Music Festival 2026 Ajak Penonton Menikmati Musik di Tengah Alam Bandung
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih
-
Profil Fangfang Istri Vicky Prasetyo yang Ramai Menjadi Sorotan
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif
-
Padi Reborn Bawa 'Momen Sakral' Konser Dua Delapan ke Layar Lebar: Siap-Siap Merinding!
-
Gaia Music Festival 2026 Ajak Penonton Menikmati Musik di Tengah Alam Bandung
-
Sinopsis Film Anak-Anak Bambu, King Faaz Siap Beri Kejutan
-
Target 3 Juta Penonton di Film "402 Rumah Sakit Angker Korea", Simak Plot Twist Tak Terduga!
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere di Korea, Dapat Sambutan Hangat dari Penonton BIFAN 2026