Suara.com - Musisi sekaligus produser berbakat, almarhum Gusti Irwan Wibowo atau akrab disapa Gustiwiw, resmi merilis album terakhirnya yang bertajuk ENDIKUP pada Minggu, 6 Juli 2025.
Album ini menjadi warisan terakhir sang musisi muda sebelum kepergiannya, yang membawa semangat penuh harapan dan optimisme di tengah kehidupan yang serba tak pasti.
Dalam siaran pers yang dibagikan oleh pihak keluarga dan tim kreatifnya, ENDIKUP disebut bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan ajakan terbuka untuk berani menghadapi rasa takut.
Gustiwiw menempatkan semangat juang dan kebahagiaan sederhana sebagai pondasi dari album ini.
"Bangsa ini sudah cukup dijejali ombak pesimisme. Mulai hari ini, setiap hari bisa jadi hari yang mantap," tulis Gustiwiw dalam catatan albumnya.
Terdiri dari sembilan lagu, ENDIKUP memadukan lirik jenaka, refleksi ringan, dan pandangan hidup yang jujur.
Beberapa lagu yang terdapat dalam album ini antara lain Hari yang Mantap, We Always Together, Icik Icik Bum Bum, Diculik Cinta, hingga Lanjutkan Perjuangan Kita!
Tak hanya menghibur, setiap lagu mengandung pesan personal dari Gustiwiw yang seolah berbicara langsung pada pendengarnya.
Album ini bisa didengarkan di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music mulai hari ini.
Baca Juga: Ibu Gustiwiw Sulit Percaya Anaknya Telah Tiada, Sempat Berharap Cuma Pingsan
Sebagai bentuk penghormatan terhadap karya dan perjalanan hidup Gustiwiw, sesi dengar eksklusif telah digelar pada 3 Juli lalu di SMK Perguruan Cikini (SMM Percik), Jakarta Selatan.
Acara ini mempertemukan keluarga, sahabat, dan para musisi yang pernah terlibat atau terinspirasi oleh karya Gustiwiw.
Mengenang Gustiwiw: Musisi Muda Penuh Energi dan Visi
Gusti Irwan Wibowo lahir di Bekasi pada 28 November 1999. Gustiwiw dikenal luas sebagai musisi, pencipta lagu, produser musik, konten kreator, dan penyiar radio.
Sang ayah, Timur Priyono, menjadi guru pertamanya dalam memahami nada dan irama. Sejak kecil, Gustiwiw sudah aktif menciptakan lagu dan terlibat dalam berbagai proyek musik sebagai penulis lagu, produser, dan arranger.
Gusti dikenal sebagai sosok yang menolak dikotakkan dalam genre tertentu.
Melalui pendekatan unik yang dia sebut sebagai ENDIKUP, singkatan dari "Enak di Kuping", Gustiwiw menciptakan karya-karya yang mengalir alami, penuh warna, dan menyentuh hati pendengarnya. Musik baginya adalah ruang pertemuan, bukan sekadar panggung hiburan.
Sayangnya, di tengah produktivitasnya, Gustiwiw berpulang pada pertengahan 15 Juni 2025 lalu.
Gustiwiw secara mendadak meninggal dunia usai terjatuh di kamar mandi di kamar tempat dia menginap di Lembang, Jawa Barat.
Setelah diperiksa dokter, diketahui bahwa sang anak mengalami tekanan darah tinggi yang kemudian berdampak pada kondisi jantungnya.
Banyak rekan musisi, penggemar, hingga pelajar seni yang merasa kehilangan sosok yang dikenal ramah, hangat, dan penuh semangat itu.
Album ENDIKUP pun menjadi penutup perjalanan kreatif Gustiwiw, sekaligus peninggalan paling personal yang ditujukan untuk siapa saja yang pernah bersentuhan dengan karyanya.
Dia meninggalkan pesan terakhir yang begitu sederhana namun bermakna besar: "Mulai sekarang, setiap hari adalah hari yang mantap."
Tag
Berita Terkait
-
Dua Bulan Lalu, Gustiwiw Cerita Sempat Hampir Pingsan Saat Podcast
-
Masih Berat Lepas Kepergian Gustiwiw, Hifdzi Khoir: Bisa Ada Orang Sebaik Itu
-
Pecah Tangis Sal Priadi, Tulis Pesan Haru Kenang Sosok Gustiwiw
-
Gustiwiw Pernah Ungkap Keinginannya Dikenang Seperti Ini Saat Meninggal
-
Soleh Solihun Ungkap Pertemuan Terakhir dengan Gustiwiw: Dia Minta Diwawancara
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Gen Halilintar Kalah, Gubernur Kaltim dan Istri 'Noni Belanda' Punya 13 Anak
-
Ragukan Pernikahan Siri Inara Rusli, Teman Dekat Dapat Pesan Ancaman
-
Meriam Bellina - Ikang Fawzi Perankan Orang Tua dengan Ujian Berat di Film "Titip Bunda di Surga-Mu"
-
Tuai Kecaman, Pemprov Kaltim Anggarkan Rp73 Juta untuk Tenaga Ahli Naskah Pidato
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Nama Anak Ketiga Lesti Kejora dan Rizky Billar Belum Juga Diumumkan, Ini Sedikit Bocorannya
-
Isu Riders Fajar SadBoy Ribet, Manajer Beri Bantahan: Tiket Cuma 2 pun Kami Jalan
-
Fajar Sadboy Akhirnya Bicara soal Diludahi Indra Frimawan: Dia Sudah Minta Maaf
-
Dudung Abdurachman Banting Setir Jadi Penyanyi, Gandeng Fajar Sadboy
-
Tiffany Young dan Byun Yo Han Resmi Menikah, Isu Hamil Duluan Mencuat