Suara.com - Langit di atas Villa Park pada Sabtu malam, 5 Juli 2025, terasa lebih berat, lebih gelap, dan dialiri listrik bertegangan tinggi.
Puluhan ribu pasang mata dari seluruh penjuru dunia menatap panggung megah dengan antisipasi yang nyaris menyakitkan.
Ini bukan sekadar konser, ini adalah sebuah ziarah. Malam itu, sejarah ditulis ulang saat para bapak baptis heavy metal, Black Sabbath, kembali ke kampung halaman mereka untuk sebuah reuni yang terdengar mustahil, namun menjadi kenyataan yang menggetarkan jiwa.
Atmosfer sudah membara jauh sebelum para legenda naik panggung. Acara ini dirancang bukan sebagai konser biasa, melainkan sebuah festival perayaan bagi musik cadas.
Panggung pembuka diisi oleh para raksasa yang notabene adalah "anak-anak" ideologis dari Black Sabbath sendiri.
Slayer menjadi pembuka pertama, melemparkan badai agresi sonik tanpa ampun ke arah penonton. Tom Araya, Kerry King, dan Gary Holt membuktikan bahwa api mereka tak pernah padam, menghujani Villa Park dengan nomor-nomor klasik seperti "Raining Blood" dan "Angel of Death" yang membuat moshpit bergejolak sejak awal.
Tak lama berselang, giliran Guns N' Roses mengambil alih. Axl Rose, dengan energi yang seolah tak menua, berlari dari ujung panggung ke ujung lainnya, sementara Slash, dengan top hat ikoniknya, menyihir penonton lewat setiap melodi gitarnya yang melengking.
"Selamat datang di hutan, Birmingham! Kalian membuat kami merasa seperti di rumah. Rumah yang sangat bising! Tapi untuk Black Sabbath, kami akan membuat lebih banyak kebisingan!" seru Axl sebelum "Welcome to the Jungle" meledak dan diikuti oleh "Sweet Child O' Mine" yang dinyanyikan oleh puluhan ribu orang.
Antusiasme mencapai puncaknya saat Metallica, band metal terbesar di planet ini, menghentak panggung. James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammett, dan Robert Trujillo menunjukkan mengapa mereka masih menjadi raja. Setlist mereka adalah perpaduan sempurna antara energi dan penghormatan.
Baca Juga: Pensiun dari Panggung, Ozzy Osbourne Tampil Terakhir Kali Bareng Black Sabbath
"Malam ini, kita semua adalah keluarga! Dan kita di sini untuk memberi hormat kepada para bapak baptis... the one and only Black Sabbath!" teriak Hetfield yang disambut gemuruh.
Lagu "Master of Puppets" dan "Enter Sandman" sukses membuat seluruh stadion bergetar hebat, menjadi pemanasan sempurna untuk acara utama.
Tepat saat jarum jam menunjuk pukul sembilan malam, semua lampu padam. Hanya ada kegelapan dan keheningan yang mencekam, yang kemudian dirobek oleh suara sirene serangan udara yang ikonik, pertanda dimulainya "War Pigs".
Satu per satu, para dewa itu muncul dari bayang-bayang. Geezer Butler dengan bass-nya yang menggelegar, Bill Ward (dalam penampilan kejutan yang emosional) di balik drum set-nya, sang arsitek riff, Tony Iommi, dengan SG Gibson-nya, dan tentu saja, The Prince of Darkness, Ozzy Osbourne.
Ozzy, dengan senyum khasnya yang liar, langsung menguasai panggung. "Aku tidak percaya ini! Melihat kalian semua di sini, di rumah kami, di Birmingham... kalian semua gila dan aku mencintai kalian semua untuk itu! Mari kita buat malam ini tak terlupakan!" pekiknya.
Dari saat itu, Villa Park berubah menjadi sebuah katedral heavy metal. Riff pembuka "Paranoid" yang dimainkan dengan kecepatan yang lebih menggigit membuat penonton histeris. Disusul oleh "Iron Man," "N.I.B.," dan "Children of the Grave," Black Sabbath membuktikan bahwa kekuatan musik mereka abadi.
Tag
Berita Terkait
-
Pensiun dari Panggung, Ozzy Osbourne Tampil Terakhir Kali Bareng Black Sabbath
-
Resmi Diumumkan, Puncak Perayaan Satu Dekade Hammersonic Digelar Mei 2026
-
Lagi Ajak Anjingnya Jalan-Jalan, Gitaris Legendaris Jake E. Lee Ditembak Berkali-kali
-
Lolos Audisi Metallica, Robert Trujillo Berat Tinggalkan Ozzy Osbourne
-
Diminta Bersikap Sopan, Ozzy Osbourne Minta Maaf Komentari Pedas Video Britney Spears
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie
-
Bintangi Film Tanah Sengketa, The Virgin Berani Tampil Beda
-
Follow Me (No Escape): Ketika Konten Viral Berujung Maut, Malam Ini di Trans TV