Pamali: Tumbal memperkenalkan interpretasi baru Tuyul dan Kuntilanak Hitam yang diklaim jauh lebih menyeramkan.
Tuyul divisualisasikan bukan sebagai anak-anak biasa, melainkan makhluk kecil dengan mulut lebar, gigi setajam silet, dan tatapan yang haus darah.
Sementara itu, Kuntilanak Hitam, yang dalam folklor dipercaya sebagai varian paling pendendam, hadir untuk menerjemahkan dendam kesumatnya.
Kehadiran entitas-entitas khas seperti Kuntilanak telah lama menjadi pilar dalam sinema horor lokal.
"Di film Pamali: Tumbal ini kami ingin memperkenalkan setan Indonesia yang terkenal seperti Tuyul dan Kuntilanak Hitam sebagai sosok yang amat mengerikan dengan karakteristik yang kejam. Dengan tentunya menambahkan perbuatan pamali yang sering kita dengar sejak kecil: jangan foto bertiga, jangan keluar malam, dan pamali lainnya yang sebaiknya jangan dilakukan, atau akan terjadi kejadian yang tidak diinginkan," kata produser LYTO Pictures, Andi Suryanto dalam keterangan resmi.
Lebih dari sekadar film horor, proyek ini adalah bagian dari visi besar untuk membangun ekosistem hiburan yang terintegrasi.
"Dengan mengadaptasi game Pamali: The Little Devil yang sukses di ranah digital, kami berharap pengalaman menonton film Pamali: Tumbal yang bukan hanya menciptakan horor yang mencekam, tapi juga melanjutkan visi besar kami: membangun ekosistem hiburan Indonesia yang saling terhubung—dari game ke film, dari digital ke layar lebar," ujar Andi.
"Kami berharap film ini bisa sukses menjangkau lebih banyak penonton dan membuktikan bahwa IP lokal punya kekuatan untuk tumbuh lintas medium."
Kesuksesan film seperti Pengabdi Setan (2017) dan Impetigore (Perempuan Tanah Jahanam) (2019) telah membuka mata audiens global, dibantu oleh platform streaming yang membuat film-film ini dapat diakses di seluruh dunia.
Baca Juga: Sempat Diragukan, Kritikus Balik Memuji Superman Versi James Gunn
Film-film ini dipuji karena penekanannya yang kuat pada kepercayaan rakyat lokal, menawarkan jenis ketakutan yang segar dan otentik.
Pamali: Tumbal tampaknya berjalan di jalur yang sama, mengandalkan kekuatan narasi folklor untuk menciptakan teror yang relevan secara budaya.
Selain Keisya Levronka, Fajar Nugra, dan Ummi Quary, film ini juga didukung oleh jajaran aktor dan aktris berbakat seperti Djenar Maisa Ayu, Verdi Sulaeman, Dominique Sanda, Krishna Keitaro, Ben Bening, dan penampilan spesial dari Aldean "Deankt" Tegar Gemilang.
Tag
Berita Terkait
-
Sempat Diragukan, Kritikus Balik Memuji Superman Versi James Gunn
-
Totalitas di Kitab Sijjin & Illiyyin, Dinda Kanyadewi Tampil Brutal: Kayang Hingga Kesurupan
-
Tayang 17 Juli, Film Kitab Sijjin & Illiyyin Sajikan Horor Lokal Penuh Luka, Dendam, dan Darah
-
Brutal dan Menakjubkan: The Revenant, Film yang Mengantarkan DiCaprio Raih Oscar, Tayang Malam Ini
-
Review Ghostbusters: Afterlife, Tayang Malam Ini di Trans TV
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
Hesti Purwadinata dan Suami Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
-
Drama Masih Berlanjut, Ari Lasso Desak Dearly Joshua Hapus Foto di Bali: Saya yang Bayar!
-
Profil Roby Tremonti, Aktor Terseret Dugaan Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Indro Warkop Bandingkan Kasus Pandji Pragiwaksono dengan Era Kritik Warkop DKI
-
Jennie Blackpink Borong Piala, Ini Daftar Lengkap Pemenang Golden Disc Awards 2026
-
Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Kompak Dampingi, Ini Deretan Potret Siraman Darma Mangkuluhur
-
Sosok Puteri Modiyanti yang Curi Perhatian di Acara Siraman Darma Mangkuluhur
-
Dituduh Lakukan KDRT pada Jule, Na Daehoon Tegas Membantah: Saya Tak Pernah Lakukan Hal Memalukan
-
Usai Pengakuan Grooming Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Mendadak Singgung Jerat Hukum Tokoh Fiktif
-
Bunga Zainal Geram Lihat Inara Rusli, Datang ke Podcast Tapi Tak Ada Penyesalan atas Kasus Poligami