- Indro Warkop mengomentari pelaporan komika Pandji Pragiwaksono terkait materi spesial "Mens Rea" di Jakarta, 9 Januari 2025.
- Indro menganggap pemolisian komika menunjukkan ketidaksiapan masyarakat menerima kritik berbeda era Orde Baru.
- Menurut Indro, penggunaan instrumen pidana untuk materi komedi yang berisi opini adalah kemunduran peradaban bangsa.
Suara.com - Komedian senior Indrodjojo Kusumonegoro atau yang akrab disapa Indro Warkop, turut angkat bicara mengenai polemik yang menjerat komika Pandji Pragiwaksono.
Pendiri Stand Up Indo tersebut dilaporkan ke pihak berwajib buntut materi komedinya dalam pertunjukan spesial bertajuk Mens Rea.
Ditemui di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat, 9 Januari 2025, Indro menilai fenomena mempolisikan komika ini sebagai tanda ketidaksiapan masyarakat dalam menerima kritik.
Dia bahkan membandingkan era saat ini dengan masa Orde Baru ketika grup lawak Warkop DKI masih aktif mengkritik pemerintah.
"Kalau dulu zaman saya, (kritik itu langsung) pada penguasa. Kalau sekarang, penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita. Ini kita harus hati-hati," kata Indro Warkop.
Lelaki 66 tahun itu mengaku sepakat dengan pandangan ahli hukum Mahfud MD terkait situasi hukum dan demokrasi saat ini.
Menurut Indro, seharusnya materi komedi tidak perlu ditanggapi dengan instrumen pidana jika apa yang disampaikan merupakan kebenaran atau sekadar opini.
"Harus lebih banyak belajar lah ya. Opini, saya tertarik dengan bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum," ungkap Indro.
Dia kemudian menambahkan logika sederhana mengenai ketersinggungan publik.
Baca Juga: Mens Rea Pandji Terancam Dihapus? Ini 4 Konten Netflix yang Pernah Di-Takedown Pemerintah
"Logika saja lah. Kalau memang tidak terjadi, ngapain harus ada penolakan? Gitu lho," ujar satu-satunya personel Warkop DKI yang masih hidup tersebut
Indro menegaskan bahwa selama berkarier di era represif sekalipun, Warkop DKI memang kerap menerima teguran dari pemerintah, namun tidak pernah sampai dikriminalisasi atau dilaporkan ke polisi oleh masyarakat.
Baginya, langkah hukum terhadap materi stand-up comedy adalah sebuah langkah mundur bagi peradaban bangsa.
"Ini saya anggap kita punya kemunduran cara berpikir, itu saja. Bagaimanapun juga, komedi itu (seni)," tegasnya.
Menutup wawancara, bintang film Bidadari Surga ini mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau diadu domba hanya karena materi lawakan.
Dia mengajak publik untuk kembali mengingat semangat persatuan.
"Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan, saya berharap jangan ada hal-hal seperti itu muncul," imbuh Indro.
Sebagai informasi, Mens Rea merupakan tur stand-up comedy milik Pandji yang kemudian ditayangkan secara digital di platform streaming Netflix sejak 27 Desember 2025 lalu.
Dalam tayangan tersebut, suami Gamila Arief ini menyinggung berbagai isu sensitif hingga politik yang dinilai segelintir pihak mengandung unsur penghinaan, hingga berujung pada laporan polisi.
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Anies Baswedan Tak Dibahas di Mens Rea
-
Flash Disk Berisi Konten Netflix Jadi Barbuk Kasus Pandji Pragiwaksono, Apakah Ini Pembajakan?
-
Ruhut Sitompul Sentil Pelapor Pandji Pragiwaksono: Gagal Total dan Bikin Malu
-
Pandji Pragiwaksono Segera Dipanggil Polisi Terkait Materi Stand Up Comedy Mens Rea
-
Ustaz Felix Siauw Ungkap Kekecewaan ke Pandji Pragiwaksono Gara-gara Bahas Tambang
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Terseret Polemik LPDP, Alyssa Soebandono Bantah Pernah Terima Dana Negara
-
3 Tahun Alami Kekerasan, Cewek Ini Akhirnya Tempuh Jalur Hukum usai Ditendang Pacar Perkara Utang
-
Ted Lasso Season 4 Segera Tayang, Simak Sinopsis dan Daftar Pemain Terbarunya
-
Guru Honorer Jadi Tersangka Gara-Gara Rangkap Jabatan, Melanie Subono: Terus Pejabat Itu Apa?
-
Raisa Umumkan Konser Spesial Juni 2026, Pra-Registrasi Tiket Sudah Dibuka
-
Definisi Sehidup Semaling, Pasangan Ini Tetap Mesra di Kantor Polisi
-
Totalitas Tanpa Batas: Rahasia di Balik Film Terbaru Suzzanna, Bikin Luna Maya Nyaris Tenggelam
-
Resmi Diproduksi, Film Filosofi Teras Tawarkan Solusi Hidup Rasional
-
Benarkah Nizam Dianiaya Demi Tutupi Dugaan Hubungan Terlarang Ibu Tiri dengan Anak Angkat?
-
Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!