Suara.com - Industri musik Indonesia berada di titik krusial, menunjukkan sinyal pertumbuhan eksplosif yang menarik perhatian global.
Dengan valuasi pasar musik dan film yang diproyeksikan mencapai lebih dari US$1,24 miliar pada tahun 2028, Indonesia siap bertransformasi dari raksasa yang tertidur menjadi pemain utama di panggung dunia.
Namun, untuk merealisasikan potensi masif ini, diperlukan sebuah langkah strategis yang terpadu.
Menjawab tantangan tersebut, Sashana Indonesia mengumumkan perhelatan akbar "Indonesia Music Summit 2025" (IMUST) yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Secara historis, Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia justru menunjukkan kinerja yang belum maksimal di pasar musik rekaman legal.
Persoalan klasik seperti pembajakan dan efektivitas pengumpulan royalti menjadi ganjalan utama. Meskipun demikian, era digital membawa angin segar.
Laporan industri dari Omdia pada Juni 2025 mencatat bahwa total pendapatan musik rekaman di Indonesia naik 12,7% pada tahun 2024, mencapai $127,4 juta, dan diproyeksikan akan terus meroket hingga $204,6 juta pada 2029.
Pertumbuhan ini didorong oleh penetrasi ponsel pintar yang melampaui 70 persen pada 2023 dan ledakan jumlah pelanggan layanan streaming musik, yang diperkirakan akan mencapai 7,3 juta akun pada akhir 2029.
Di tengah gelombang positif inilah IMUST 2025 dirancang sebagai wadah sinergi. Acara ini bertujuan mengumpulkan seluruh elemen vital industri—mulai dari pencipta lagu, penyanyi, produser, label rekaman, manajemen artis, hingga para promotor—untuk berkolaborasi.
Fokus utamanya adalah penguatan ekosistem kreatif yang mencakup perlindungan hak cipta, pemanfaatan teknologi digital secara maksimal, dan pelestarian kekayaan budaya musik Indonesia yang beragam.
Baca Juga: Susul Ari Lasso, Cholil Efek Rumah Kaca Ikut Buka-bukaan Soal Riders Efek Rumah Kaca
Dhani "Pette" Widjanarko, selaku Founder Sashana Indonesia dan Project Director IMUST 2025, menegaskan visi di balik acara ini.
"Sashana Indonesia adalah ruang dialog untuk merumuskan kembali tata kelola menuju ekosistem yang lebih baik," ujarnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi untuk membangun sebuah struktur industri yang kokoh, di mana hak-hak para kreator terlindungi dan setiap karya mendapatkan apresiasi yang layak secara ekonomi.
IMUST 2025 akan menjadi platform komprehensif yang diisi dengan serangkaian lokakarya, seminar, diskusi panel, pameran teknologi musik, serta pertunjukan musik yang menampilkan talenta-talenta terbaik bangsa.
Keterlibatan aktif pemerintah juga menjadi kunci, di mana hasil diskusi dan masukan dari para pemangku kepentingan di IMUST akan diajukan sebagai rekomendasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri, termasuk insentif bagi musisi dan pelaku kreatif lainnya.
Dukungan untuk gerakan kolektif ini turut disuarakan oleh Harry "Koko" Santoso, seorang pelaku senior di industri musik Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu demi tujuan yang lebih besar.
"Mari kita bergandeng tangan dalam kebaikan, agar kebaikan dapat menjadi Ibu bagi musik Indonesia," imbuh Koko.
Berita Terkait
-
Susul Ari Lasso, Cholil Efek Rumah Kaca Ikut Buka-bukaan Soal Riders Efek Rumah Kaca
-
Siap-Siap Baper, Intip Konsep KOSTCON 2025 di Jakarta
-
Cholil Efek Rumah Kaca Setuju dengan Ari Lasso Soal Riders Musisi Muda: Bisa Pengaruhi Karier
-
Cuma Terima Transferan Rp 660 Ribu dari Royalti Lagu-lagunya, Denny Chasmala: Saya Ikhlas Tapi...
-
Perdana Tampil di The Sounds Project, Opick Teringat Masa Lalunya Jadi Rocker
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah
-
Digempur Isu Cerai, Fairuz A Rafiq Akhirnya Beri Klarifikasi
-
Foto Seksi Jefri Nichol Jadi Sasaran Komentar Mesum Warganet Perempuan, Langsung Picu Kontroversi
-
Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
-
Jeje Govinda Diledek Gara-Gara Baru Wisuda, Amy Qanita Klarifikasi Riwayat Kuliah Menantu
-
Film Salmokji: Whispering Water Lagi Viral, Intip Sinopsis dan Jajaran Pemainnya
-
Korban Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Diancam Fisik hingga Disogok Uang
-
Syekh Ahmad Al Misry Dilaporkan Kasus Pelecehan, Beasiswa Mesir Diduga Jadi Kedok Dekati Santri
-
Boiyen Akui Nafkahi Diri Sendiri Selama Menikah, Ini Alasan Gugat Cerai