Suara.com - Ahli digital forensik, Abimanyu Wachjoewidajat, melihat adanya kesamaan antara kasus kematian diplomat muda Arya Daru dengan kasus Jessica Wongso serta kasus tenggelamnya anak Tamara Tyasmara, Dante.
Abimanyu mengatakan bahwa kasus Arya Daru kembali mengingatkannya dengan dua kasus kontroversial yang sempat ia tangani tersebut.
“Bagi saya ini kejadiannya apa? De javu. De javu kejadiannya di Jessica Wongso dan kejadian Dante, anak kecil yang dibilang ditenggelamkan,” kata Abimanyu dikutip dari tayangan YouTube tvOneNews pada Rabu, 16 Juli 2025.
“Di Jessica Wongso, saya saksi ahlinya pada saat peninjauan kembali, kemudian pada saat Dante yang anak ditenggelamkan saya saksi ahlinya lagi untuk menganalisa kasus itu,” imbuhnya.
Dalam pengamatannya sebagai ahli digital forensik, Abimanyu menyebut ada satu pola yang sangat mencolok dari ketiga kasus tersebut, yakni keberadaan kamera pengawas (CCTV) yang justru tidak ditayangkan secara menyeluruh.
“Apa yang terjadi pada dua kejadian tersebut? semua kejadian akhirnya ada satu kamera yang tidak pernah ditayangkan,” katanya.
Ia mengulas bahwa dalam kasus Jessica Wongso, kamera di bagian belakang tempat kejadian tidak pernah ditampilkan secara publik maupun dalam sidang.
“Yang Jessica Wongso, yaitu dari yang belakang dan sudah saya ulas pada saat sidang peninjauan kembali,” ujarnya.
Hal serupa juga ditemukan pada kasus Dante, di mana hanya satu sudut kamera yang ditampilkan ke publik, sementara dua kamera lain yang merekam dari sisi samping pelaku justru tidak dimunculkan.
Baca Juga: Eks Kabareskrim Bedah CCTV Kos Arya Daru: Ada Blind Spot dan Sikap Aneh Penjaga
“Yang Dante, kamera yang di monitor adalah yang dari jauh, tetapi ada dua kamera yang jelas-jelas ngelihat si pelaku itu dari sisi samping ,” katanya.
Abimanyu melihat kemiripan pola dalam penanganan kasus Arya Daru. Ia mempertanyakan klaim adanya "blind spot" di area kos tempat Arya ditemukan tewas.
“Dihubungkan dengan sini (kasus Arya) sekarang ada kamera yang ada, tetapi dianggap tidak ada, yang mana ayo?” sindirnya.
“Itu kos-kosannya muter, kalau di sini dibilangnya blind spot ada orang berseliweran masuk enggak kelihatan dari sana, ini gedungnya muter di sisi sebelah sana pasti ada kamera yang sama. Bentuknya kayak simetris kok,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa jika benar bangunan berbentuk simetris dan kamera terpasang di beberapa sisi, seharusnya pergerakan dari arah lain masih bisa terekam oleh kamera berbeda.
“Jadi kalau ada yang masuk dari belakang itu masuk ke sini (kamar Arya), nyelinap dari sana enggak kelihatan karena kamera ini ke sorot ke situ (blind spot). Tapi dari kamera di sini bisa kelihatan di kamera yang satunya, diulas dong,” ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Mantan Kabareskrim Bongkar Kejanggalan Kematian Diplomat Arya: Soroti Aki Penjaga Kos
-
Seksolog Mematahkan Asumsi Liar tentang Fetish di Balik Kematian Diplomat Arya
-
4 Kejanggalan Kematian Diplomat Arya yang Bikin Kriminolog UI Tak Percaya Kasus Bunuh Diri
-
Bukan Lakban Biasa yang Melilit Wajah Diplomat Arya: Ini Kejahatan Simbolik
-
Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misteri, Bambang Widjojanto: Mulut Dilakban Simbol Pembungkaman
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus