Sebuah video yang beredar memperlihatkan dirinya menerima tas tangan mewah dari seorang perantara yang memiliki hubungan dengan Gereja Unifikasi.
Selain tas, dia juga diduga menerima kalung berlian mahal yang menurut penyelidik berkaitan dengan penunjukan menantu ketua DPR sebagai kepala staf Perdana Menteri.
Kim awalnya mengklaim kalung itu hanya tiruan atau pinjaman, tapi pihak jaksa menemukan indikasi hadiah tersebut terkait kepentingan politik.
3. Campur Tangan dalam Pencalonan Politik
Kim Keon Hee dituding terlibat dalam pengaturan kandidat pada pemilihan sela parlemen pada 2022.
Tuduhan serupa muncul kembali dalam pemilihan umum legislatif 2024, yang dinilai sebagai bentuk campur tangan politik yang tidak sah.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran yang menggerus citra Kim di mata publik Korea Selatan.
4. Pemalsuan Riwayat Akademis
Jauh sebelum suaminya menjadi presiden, Kim telah menuai kritik akibat dugaan memalsukan riwayat pendidikan dan pencapaian akademisnya.
Dia diketahui mencantumkan informasi yang tidak akurat dalam lamaran kerja sebagai dosen di universitas, termasuk penghargaan dan kualifikasi yang dibesar-besarkan.
Dalam sebuah pernyataan, Kim mengakui kesalahan tersebut namun mengklaim hal itu terjadi sebelum dia terjun ke dunia politik.
Penahanan Kim Keon Hee menjadi berita utama di berbagai media internasional karena statusnya sebagai mantan ibu negara yang kini menjadi tersangka kriminal.
Kasus ini juga memicu perdebatan di kalangan politisi Korea Selatan terkait akuntabilitas pejabat publik dan keluarga mereka.
Beberapa pengamat menilai penangkapan ini dapat mempengaruhi peta politik menjelang pemilu berikutnya di Korea Selatan.
Dengan 16 tuduhan yang mengikat, Kim Keon Hee kini menghadapi ancaman hukuman berat jika terbukti bersalah di pengadilan.
Rangkaian kasus mulai dari manipulasi saham, penerimaan hadiah mewah, campur tangan politik, hingga pemalsuan riwayat pendidikan menjadi sorotan tajam publik.
Skandal ini juga menambah daftar panjang kontroversi yang membayangi dunia politik Korea Selatan dalam satu dekade terakhir.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
6 Koleksi Tas Mewah Kim Keon Hee, Mantan Ibu Negara Korsel yang Ditangkap atas Tuduhan Korupsi
-
Sidang Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Taeil eks-NCT Ditunda ke Juni, Diduga karena Benturan Jadwal
-
Korea Selatan Bergejolak: PM Han Duck-soo Mengundurkan Diri di Tengah Krisis!
-
Geger Korea Selatan: Pemilu Presiden Dadakan Digelar 3 Juni Usai Yoon Suk-yeol Lengser!
-
Krisis Korea Selatan: Apa yang Terjadi hingga Yoon Suk Yeol Dimakzulkan?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris