Suara.com - Film animasi akan kembali meramaikan bioskop-bioskop di Tanah Air pada hari-hari terakhir bulan Agustus 2025.
Meledaknya penonton film animasi Jumbo tahun ini membuat karya-karya serupa buatan Indonesia mulai diperhitungkan.
Ialah Panji Tengkorak, film buatan rumah produksi Indonesia yang akan hadir menawarkan animasi 2D sehingga cukup berbeda dengan Jumbo.
Namun Panji Tengkorak juga harus bersaing dengan Demon Slayer: Infinity Castle yang merajai bioskop Indonesia sejak pertengahan bulan Agustus.
Apa saja film animasi tayang akhir Agustus 2025? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
1. Demon Slayer: Infinity Castle
Demon Slayer: Infinity Castle masih bisa disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air.
Film garapan Haruo Sotozaki tersebut sebenarnya sudah tayang hampir dua minggu, tepatnya sejak 15 Agustus 2025.
Hanya saja hingga Senin, 25 Agustus 2025, jumlah penonton hariannya masih 40 ribu, bahkan tertinggi dari film-film yang tayang bersamaan.
Baca Juga: Perankan Monster Frankenstein, Jacob Elordi Habiskan 10 Jam untuk Makeup
Jumlah penonton Demon Slayer: Infinity Castle dalam waktu 10 hari penayangan pun mencapai 2,1 juta.
Film Demon Slayer: Infinity Castle melanjutkan pertempuran para pembasmi iblis.
Pertempuran berlangsung di Infinity Castle atas arahan pimpinan iblis, Muzan Kibutsuji, untuk melancarkan strategi baru.
Strategi tersebut berhasil membuat para pembasmi iblis berpencar untuk mencarinya dan berhadapan dengan iblis bawahan di berbagai tempat.
2. Princess Mononoke
Film animasi yang baru akan tayang di bioskop pada 27 Agustus 2025 ialah Princess Mononoke.
Princess Mononoke sebenarnya merupakan karya studio Ghibli yang rilis tahun 1997.
Namun kini Princess Mononoke akan tayang dengan format 4K dan IMAX di beberapa negara termasuk Indonesia.
Karya sutradara Hayao Miyazaki ini mengisahkan pangeran muda dari suku Emishi bernama Ashitaka.
Ia terinfeksi kutukan mematikan sehingga harus meninggalkan desanya.
Dalam perjalanannya untuk sembuh, Ashitaka juga berhadapan dengan konflik antara manusia dan roh-roh hutan.
3. Panji Tengkorak
Panji Tengkorak menjadi satu-satunya film animasi buatan Indonesia yang tayang akhir Agustus 2025.
Beda dari film animasi Jumbo yang berhasil meraih 10 juta penonton tahun ini, Panji Tengkorak menawarkan format 2D.
Suara para karakter dalam film Panji Tengkorak juga diisi sejumlah aktor ternama Tanah Air.
Denny Sumargo akan mengisi suara karakter utama Panji Tengkorak, sedangkan Donny Damara sebagai Bramantya dan Cok Simbara sebagai Lembugiri.
Selain mereka, Aghniny Haque, Tanta Ginting, Aisha Nurra Datau, Donny Alamsyah, Pritt Timothy, Revaldo, dan Candra Mukti pun menyumbangkan suara mereka untuk film produksi Falcon Pictures tersebut.
Film Panji Tengkorak mengisahkan pendekar bernama Panji yang mempelajari ilmu hitam demi membalas kematian istrinya.
Panji sebenarnya ingin mengakhiri hidup, tetapi gagal karena menjadi tahanan kekuatan gelap.
Untuk menghilangkan cengkeraman ilmu hitam dalam dirinya, Panji diminta mencari pusaka sakti yang dicuri sekelompok bandit.
Tak disangka 'solusi' yang didapatkan dari seorang pendekat tua itu malah menyeret Panji ke dalam konflik dua kerajaan.
Disutradarai Daryl Wilson, saksikan film Panji Tengkorak di bioskop mulai 28 Agustus 2025.
4. Grave of the Fireflies
Sama seperti Princess Mononoke, Grave of the Fireflies merupakan film animasi klasik Studio Ghibli yang dirilis pada 1988.
Disutradarai Isao Takahata, Grave of the Fireflies mengisahkan kakak beradik bernama Seita dan Setsuko yang kehilangan ibu mereka dalam perang.
Seita dan Setsuko juga kehilangan rumah sehingga mengungsi di rumah bibi mereka.
Konflik dengan bibi mereka membuat Seita memutuskan untuk pergi dengan membawa barang-barang menggunakan gerobak.
Film yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Agustus 2025 ini menunjukkan dampak perang terhadap kemanusiaan, cocok dengan kondisi dunia saat ini.
Itu dia sederet film animasi yang akan mewarnai bioskop-bioskop Indonesia di akhir Agustus 2025. Tertarik nonton yang mana, nih?
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Tugas Berat Menanti Prilly Latuconsina: Hidupkan Gairah Anak Muda untuk FFI
-
Kisah Cinta Pejuang Kanker di Filmkan, Abani Yasiz dan Mawar de Jongh Siap Bikin Haru Penonton
-
Review Film Fixed: Di Luar Ekspektasi, Animasi yang Dijejali Komedi Cabul
-
Mulai Digarap, Warner Bros Disebut Sudah Kantongi Naskah Film Kobe Bryant
-
Bikin Gebrakan di FFI, Prilly Latuconsina Gandeng Joko Anwar Hingga Kamila Andini untuk Program Baru
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
Hesti Purwadinata dan Suami Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
-
Drama Masih Berlanjut, Ari Lasso Desak Dearly Joshua Hapus Foto di Bali: Saya yang Bayar!
-
Profil Roby Tremonti, Aktor Terseret Dugaan Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Indro Warkop Bandingkan Kasus Pandji Pragiwaksono dengan Era Kritik Warkop DKI
-
Jennie Blackpink Borong Piala, Ini Daftar Lengkap Pemenang Golden Disc Awards 2026
-
Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Kompak Dampingi, Ini Deretan Potret Siraman Darma Mangkuluhur
-
Sosok Puteri Modiyanti yang Curi Perhatian di Acara Siraman Darma Mangkuluhur
-
Dituduh Lakukan KDRT pada Jule, Na Daehoon Tegas Membantah: Saya Tak Pernah Lakukan Hal Memalukan
-
Usai Pengakuan Grooming Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Mendadak Singgung Jerat Hukum Tokoh Fiktif
-
Bunga Zainal Geram Lihat Inara Rusli, Datang ke Podcast Tapi Tak Ada Penyesalan atas Kasus Poligami