- Deddy Corbuzier bercanda soal kematian di gym dan ingin terlihat tetap "keren" jika meninggal saat angkat beban, agar tidak malu jika ketahuan hanya mengangkat beban ringan.
- Postingan itu dianggap netizen sebagai candaan soal flexing, yang dinilai lucu tapi juga menyinggung isu pamer kekuatan atau pencitraan.
- Candaan Deddy muncul di tengah larangan pejabat untuk flexing, dan publik menilai sikap Deddy kini lebih hati-hati sejak menjadi Stafsus Menhan di pemerintahan.
Suara.com - Deddy Corbuzier menyinggung tentang kematian di postingan terbarunya pada Senin, 15 September 2025.
Sambil mengunggah foto sedang di gym, dia malah mendadak beri wasiat jika dirinya meninggal dunia di tempat itu.
Dia minta jika dirinya mendadak mati di tempat gym, bukannya langsung diteleponkan ambulan malah meminta di samping tubuhnya diberi beban yang banyak.
"Kalau gue suatu satu saat mati di GYM. Taruh beban yang banyak banget dan berat banget di samping gue, sebelum telepon ambulance dll," keterangan dalam fotonya.
Bukan hal serius, dari caption postingannya, artis yang kini menjadi Staf Khusus Menteri Pertahanan (Stafsus Menhan) ini sambil bercanda.
Menurutnya malu jika dirinya mati ketika membawa beban 2 kilogram, makanya dia berpesan seperti itu.
Dengan permintaan konyolnya itu, Deddy menyebut kalau itu adalah flexing terbaik.
"Just in case... That's the Best way of flexing. Bayangin mati di Gym beban samping nya 2 kilo. Malu nya kaya apa," tambahnya di postingan tersebut.
Beberapa paham jika keinginan konyol Deddy ini adalah candaan.
Baca Juga: Baru Speak Up Bela Rakyat, Deddy Corbuzier Kirim Pesan ke Atasan
"Gue ngerti lagi jokesnya," celetuk netizen ngakak.
"Harga diri bang meninggal angkat beban kurang berat," komentar netizen lain.
"Kalau mati pada saat angkat beban cuma 2 kg harga diri dia ancur," timpal lainnya.
Entah apa maksud Deddy mendadak menyinggung kematian yang disangkutkan dengan flexing.
Namun sebelumnya, memang ada larangan untuk para pejabat negara hingga kepala daerah untuk flexing.
Hal ini langsung diperingatkan oleh Menteri Dalam Negari (Mendagri) Tito Karnavian.
Berita Terkait
-
Thariq Halilintar Terlihat Kikuk Dicecar Deddy Corbuzier Soal Bisnisnya, Netizen: Takut Keceplosan?
-
Deddy Corbuzier Mendadak Hentikan Acara Goyang Lidah, Ada Apa?
-
Berpangkat Letkol Tituler TNI, Deddy Corbuzier Disindir Pandji Jadi Bekingan Ferry Irwandi
-
Dituding Jadi Buzzer Rp150 Juta, Deddy Corbuzier Membantah dan Ungkap Kerugian
-
Deddy Corbuzier Tak Menyesal Semprot Siswa yang Keluhkan MBG, tapi Tobat setelah Jadi Stafsus
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan