- Joe Taslim bertemu banyak bintang Hollywood di festival film internasional.
- Ia merasakan dilema antara keinginan penggemar dan tanggung jawab bangsa.
- Ia memilih profesional demi menjaga martabat Indonesia di panggung dunia.
Suara.com - Aktor laga kebanggaan Indonesia, Joe Taslim, membagikan pengalamannya saat berada di tengah para bintang besar Hollywood dalam ajang Toronto International Film Festival (TIFF) baru-baru ini.
Lelaki 44 tahun mengaku sempat merasakan dilema besar antara keinginan sebagai penggemar, dan tanggung jawabnya membawa nama Indonesia di panggung dunia.
Momen tersebut terjadi ketika ia berpapasan langsung dengan aktor-aktor kawakan sekelas Ethan Hawke dan Patrick Stewart.
"Ketemu Ethan Hawke, ketemu Patrick Stewart," ungkap Joe Taslim dalam sesi bincang santai di kawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan, Selasa, 16 September 2025.
Joe Taslim menceritakan bahwa pertemuan itu terjadi di area pemotretan yang dihadiri oleh banyak sekali talenta perfilman global.
Menurutnya, suasana pertemuan tersebut sangat kasual, karena semua artis berkumpul di satu lokasi yang sama untuk agenda profesional.
"Ketemu semua ya, kayak papasan-papasan aja gitu, karena sama-sama foto kan," jelas Joe Taslim.
Namun, di balik pertemuan santai itu, bintang film The Raid ini merasakan adanya pertarungan batin dalam dirinya.
Ia mengaku sisi kekanak-kanakannya sangat ingin meminta foto bersama para idolanya tersebut.
Baca Juga: Henry Cavill Alami Cedera,Syuting Film Highlander Ditunda hingga Tahun 2026
"Sebenarnya dalam hati kecil, bocilnya pengin minta foto juga gitu kan," tuturnya sambil tertawa.
Akan tetapi, Joe Taslim sadar betul bahwa posisinya saat itu bukan hanya sebagai individu, melainkan sebagai representasi bangsa.
Ia merasa harus menahan keinginan tersebut demi menjaga martabat Indonesia di mata para seniman internasional.
"Tapi ya, karena saya lagi bawa bendera Indonesia, saya harus memposisikan sebagai sesama seniman," tegasnya.
Baginya, sangat penting untuk menampilkan citra bahwa seniman Indonesia setara dengan para pelaku industri film dunia lainnya.
"Dan tidak lebih kecil, tidak lebih besar, tapi seimbang," kata Joe.
Oleh karena itu, ia memilih untuk bersikap profesional dan menempatkan diri sebagai rekan sesama aktor.
"Jadi tetap harus respectful, tapi juga tidak membuat kita kecil di depan mata seniman lain," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kabar Terbaru Pemain Tawa Sutra, Ada 2 yang Sudah Meninggal
-
Review Film The Long Walk: Survival Thriller yang Nggak Ada Ampun!
-
Legenda Kutukan Bahu Laweyan Hadir di Film 'Perempuan Pembawa Sial'
-
Review Film Baaghi 4: Thriller Psikologis yang Jadi Komedi Tanpa Sengaja!
-
Syuting di Tempat Angker: Film Perempuan Pembawa Sial Tawarkan Horor yang Beda
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan