Entertainment / Film
Kamis, 25 September 2025 | 19:00 WIB
Film Bertema Kritik Atas Standar Kecantikan. (IMDb)

Namun, keputusan itu membawa konsekuensi mengerikan, tubuhnya mengalami transformasi ekstrem yang perlahan menghancurkan dirinya. 

The Substance mengkritik keras diskriminasi usia (ageism) dan tekanan standar kecantikan yang membuat banyak perempuan merasa kehilangan nilai diri saat menua.

3. The Neon Demon (2016)

Film Bertema Kritik Atas Standar Kecantikan.

Diarahkan oleh Nicolas Winding Refn, film ini menggali sisi kelam dunia modeling melalui sosok Jesse (Elle Fanning). 

Ia adalah calon model muda yang kariernya melejit dalam waktu singkat karena paras cantiknya. 

Tapi kecantikannya itu justru memicu kecemburuan dan obsesi gelap orang di sekitarnya. 

The Neon Demon secara gamblang menunjukkan bagaimana kecantikan seringkali dijadikan alat untuk meraih kekuasaan, uang, dan status sosial.

4. Black Swan (2010)

Film Bertema Kritik Atas Standar Kecantikan.

Film arahan Darren Aronofsky ini menyoroti sisi gelap dunia balet profesional. 

Baca Juga: Cara Unik Nicholas Saputra Memilih Pemeran Utama Film Rangga dan Cinta

Natalie Portman tampil sebagai Nina Sayers, balerina yang harus memerankan dua karakter kontras White Swan dan Black Swan.

Ujian datang saat pesaing barunya, Lily (Mila Kunis) mampu menguasai kedua karakter tersebut dengan mudah. 

Obsesinya untuk mencapai kesempurnaan membuat Nina kehilangan kendali atas diri sendiri. 

Black Swan memperlihatkan dengan gamblang betapa kerasnya tuntutan terhadap tubuh dan performa perempuan.

Serta harga mahal yang harus dibayar demi memenuhi ekspektasi tersebut.

5. Thinner (1996)

Film Bertema Kritik Atas Standar Kecantikan.

Tak hanya perempuan yang menjadi korban standar tubuh ideal, laki-laki pun bisa mengalami hal serupa. 

Film adaptasi novel Stephen King ini menceritakan Billy Halleck, seorang pengacara bertubuh gemuk yang dikutuk oleh seorang gipsi.

Kutukan itu membuat tubuhnya menyusut drastis dari hari ke hari.

Awalnya Billy merasa senang karena jadi kurus namun penurunan berat badan tersebut berubah menjadi ancaman yang mematikan. 

Melalui metafora yang kuat, Thinner mengangkat isu fatphobia dan menggambarkan obsesi masyarakat terhadap tubuh kurus, sekaligus menyentuh tema gangguan makan.

Kelima film di atas membuktikan bahwa genre horor bisa menjadi media yang tajam untuk menyampaikan pesan penting tentang citra tubuh dan standar kecantikan. 

Di balik teror dan adegan menyeramkan, ada kritik sosial mendalam tentang bagaimana manusia sering kali kehilangan jati diri demi mengejar ‘kesempurnaan’ yang semu.

Kontributor : Safitri Yulikhah

Load More