- Bedu tak anggap cerai sebagai kegagalan, tapi sebagai bentuk ketidakberuntungan dalam rumah tangga.
- Ia ibaratkan pernikahan sebagai ibadah panjang yang butuh kesabaran dan fokus untuk dijalani.
- Masalah berulang ganggu keharmonisan, Bedu pilih jalani ujian hidup ini dengan sabar dan ikhlas.
Suara.com - Komedian Bedu tengah menghadapi proses perceraian dengan istrinya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Di tengah proses tersebut, lelaki 46 tahun membagikan pandangannya tentang prahara rumah tangga yang sedang dihadapi.
Saat ditanya apakah dirinya merasa gagal sebagai seorang nahkoda dalam bahtera rumah tangga, Bedu menjawabnya dengan santai.
Ia menolak anggapan tersebut dengan sebuah perumpamaan yang mendalam.
Bagi Bedu, apa yang dialaminya bukanlah sebuah kegagalan, melainkan sebuah ketidakberuntungan.
"Kalau jadi kepala rumah tangga, saya nggak merasa gagal. Cuma ngerasa kurang beruntung. Beda gagal sama kurang beruntung ya. Kalau kurang beruntung kan bisa dicoba lagi," jelasnya usai hadir sidang perdana, Selasa, 30 September 2025.
Bedu menganalogikannya dengan dunia politik, di mana kegagalan bisa menjadi jalan untuk kemenangan di kemudian hari.
"Karena ada orang yang gagal di pemilihan jadi anggota dewan, kemudian dia nyalon lagi, terpilih. Gagal jadi presiden, nyalon lagi jadi presiden, terpilih jadi presiden," tuturnya.
Bedu juga memandang perceraian ini sebagai bagian dari ujian kehidupan.
Baca Juga: Bedu Ungkap Masalah yang Terjadi di Balik Perceraiannya
Ia meyakini bahwa kesabaran adalah kunci untuk menghadapi semua cobaan yang datang.
"Ada kegagalan, ada kurang beruntung. Ya tinggal bersabar aja menghadapi ini semua," kata Bedu.
Ia juga mengibaratkan pernikahan sebagai ibadah terpanjang yang membutuhkan kesabaran dan fokus.
Menurutnya, masalah yang terus-menerus terjadi dapat mengganggu fokus atau kekhusyukan dalam beribadah.
"Rumah tangga itu kan ibadah yang paling lama, ya kan? Ibadah itu kan harus sabar, harus khusyuk, ya kan? Tapi kalau ibadah kitanya nggak sabar, jadi nggak khusyuk, itu juga kan nggak bagus," ujar Bedu.
"Jadi harus khusyuk itu artinya fokus. Nah, kalau masalah itu terus terjadi, ya kita nggak bisa fokus," pungkas Bedu.
Berita Terkait
-
Mantap Cerai, Bedu Serahkan Rumah dan Mobil ke Istri: Saya Cuma Bawa ATM Kosong
-
Bukan Keputusan Semalam, Bedu Ungkap Perjalanan Panjang Penuh Hambatan Sebelum Pilih Cerai
-
Makan dan Salat Jadi Bekal Persiapan Bedu Hadapi Sidang Cerai Perdana
-
Hari Ini, Bedu Hadapi Sidang Cerai Perdana
-
Gugat Istri, Bedu Khawatirkan Psikis Anak
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan