-
- Awal karier di Jakarta, Soimah sempat tinggal di garasi bengkel milik Cagur, karena belum punya tempat tinggal tetap.
- Ia pernah tinggal 9 bulan di hotel dan setahun di apartemen Nicholas Saputra, sebelum pindah ke basecamp Cagur sementara.
- Soimah mengenang masa sulit itu sebagai bagian dari perjuangannya, sebelum akhirnya sukses dan memiliki rumah sendiri.
Suara.com - Di balik gemerlap kehidupannya saat ini, pesinden Soimah Pancawati menyimpan kisah perjuangan di masa awal kariernya di Jakarta.
Jauh sebelum memiliki hunian mewah, Soimah pernah merasakan hidup menumpang di basecamp grup lawak Cagur.
Hal ini diungkapkan oleh sahabatnya, Wendi Cagur, dalam sebuah perbincangan santai di kanal YouTube pribadinya yang tayang pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Soimah kemudian menceritakan detail tempat tinggalnya saat itu, yang ternyata bukanlah sebuah kamar, melainkan garasi yang juga berfungsi sebagai bengkel.
Kondisinya pun sangat sederhana, hanya berupa sekat seadanya.
"Jadi itu garasi, disekat aja," beber Soimah.
Saking sederhananya, Soimah dalam guyonannya mengaku selalu mendapati hidungnya menghitam karena debu dan kotoran akibat tinggal di sana.
"Jadi kalau bangun tidur, itu ngene-ngene ki, ireng (begini-begini ini, hitam)," kisahnya sambil memeragakan mengusap hidung.
Wendi Cagur kemudian mengoreksi bahwa tempat yang ditinggali Soimah bukanlah basecamp, melainkan bengkel.
Baca Juga: Ketahuan Genit ke Wanita Lain, Rizky Billar Kena Semprot Anak Sendiri
"Bukan di basecamp, berarti di bengkel," timpal Wendi.
Soimah sebenarnya sempat diberi fasilitas tinggal di hotel selama 9 bulan oleh stasiun televisi tempat programnya tayang pada saat itu.
"Tapi aku nggak betah, bosen di hotel terus. Pengin kayak yang lain, nyoba tinggal di apartemen," jelasnya.
Soimah kemudian menyewa apartemen Nicholas Saputra di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat selama setahun.
"Ternyata setelah setahun, mau dijual sama Nicholas. Mau nggak mau pindah kan?" kenang perempuan asal Yogyakarta itu.
Hal itu lah yang membawa Soimah menetap di basecamp Cagur sekitar 3 bulan, sebelum mendapat hunian baru untuk ditinggali.
Berita Terkait
-
Disebut 'Wong Sugih', Soimah Beri Respons Tak Terduga: Biasanya Habis Itu Orang Pajak Nelpon
-
Soimah Dihujat Gara-Gara Ospek Pacar Anak, Tapi Justru Dibela: Ibu Gak Pernah Maki-Maki Saya
-
Lita Gading Bela Soimah soal Ospek Calon Menantu: Ortu Punya Feeling Kuat
-
Soimah Maki-Maki Pacar Anak untuk Uji Mental, Netizen Murka: Arogan!
-
Bukan Cita-cita, Soimah Akui Terjun ke Dunia Hiburan karena 'Paksaan'
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
4 Fakta BTS Comeback Maret 2026, Konsep Album Baru dan Sinyal Tur Dunia
-
Wardatina Mawa Koar-Koar Soal Zina, Pihak Inara Rusli Kasih Peringatan
-
Ungkap Sulitnya Jadi Janda, Aura Kasih Mau Cari Suami yang Pandai Mengaji
-
Hyun Bin Ungkap Kisah di Balik Karakter Baek Ki Tae di Drakor Made in Korea
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Perfect Crown, Drakor Baru IU dan Byeon Woo Seok di Disney+
-
Sal Priadi Tuai Amarah Publik Usai Foto Bareng Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
-
Gara-Gara Ini, Jung Woo Sung Sempat Ragu Ambil Peran di Drakor Made in Korea
-
Raih 10 Juta Penonton, Skenario Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Ditulis Hanya dalam Waktu 3 Hari?
-
6 Plot Hole di Drama Cashero Bikin Penonton Garuk Kepala, Logis Gak Sih?
-
Sinopsis Scream 7: Teror Ghostface Kembali, Putri Sidney Jadi Target Utama