-
Film animasi Jumbo dari Visinema Studios berhasil menembus pasar internasional di 40 negara.
-
Capaian ini melampaui target awal yang hanya menargetkan penayangan di 17 negara.
-
Visinema menyiapkan rencana pengembangan franchise global untuk memperluas waralaba Jumbo.
Suara.com - Sebuah pencapaian fenomenal kembali ditorehkan industri kreatif Tanah Air.
Film animasi produksi Visinema Studios, Jumbo, secara resmi telah mencetak sejarah baru dengan mengamankan hak distribusi internasional di 40 negara.
Angka ini menegaskan bahwa karya anak bangsa kini memiliki daya saing yang kuat dan siap merebut hati penonton di panggung dunia.
Kabar gemilang ini diumumkan dalam sebuah acara industri bertajuk Membangun Percakapan Global Lewat Entertainment yang digelar belum lama ini.
Visinema dengan bangga memaparkan bahwa jangkauan penayangan Jumbo akan melintasi benua, mencakup kawasan strategis seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga pasar besar seperti Rusia.
Prestasi ini menjadi lompatan kuantum bagi industri animasi nasional. Lompatan besar ini terasa semakin mengesankan jika menilik rencana awal yang diungkap pada Juni 2025 lalu.
Kala itu, sang kreator, Ryan Adriandhy, menargetkan film ini bisa tayang di 17 negara. Namun, respons positif dari pasar global melampaui segala ekspektasi, menggandakan jangkauan distribusinya lebih dari dua kali lipat.
Bahkan sebelum pengumuman besar ini, Jumbo telah lebih dulu memulai perjalanannya di bioskop-bioskop mancanegara.
Sejumlah negara seperti Rusia, Belarus, Uzbekistan, Singapura, Uni Emirat Arab, Vietnam, dan Taiwan telah menayangkan film ini dan memberikan sambutan hangat.
Baca Juga: Siap Mendunia! 5 Fakta Menarik dan Sinopsis Kelly Si Kelinci, Animasi Karya Anak Bangsa
Hal ini menjadi bukti konkret bahwa cerita yang universal dan kualitas visual yang memukau mampu menembus batas-batas budaya dan bahasa.
Kesuksesan Jumbo bukan tanpa alasan. Film ini menjadi representasi dari meningkatnya minat dunia terhadap konten-konten kreatif dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Selama ini, potensi industri animasi lokal kerap dipandang sebelah mata, namun Jumbo berhasil mendobrak stigma tersebut. Ia membuktikan bahwa animator dan sineas Indonesia mampu menghasilkan karya berstandar global yang bisa dinikmati oleh audiens internasional.
Visinema pun tidak melihat pencapaian ini sebagai titik akhir. Sebaliknya, ini adalah fondasi untuk membangun sesuatu yang lebih besar.
Studio tersebut telah menyiapkan peta jalan pengembangan untuk properti intelektual Jumbo.
Rencana ini tidak hanya mencakup perluasan distribusi lebih lanjut, tetapi juga membuka kemungkinan pengembangan franchise di masa depan, baik dalam bentuk sekuel, serial, maupun merchandise.
Dengan demikian, Jumbo telah bertransformasi dari sekadar sebuah film menjadi duta budaya dan pembuka gerbang bagi karya-karya animasi Indonesia lainnya.
Kesuksesannya menjadi inspirasi dan penanda dimulainya era baru, di mana karya anak bangsa tidak lagi hanya menjadi raja di negeri sendiri, tetapi juga pemain penting di panggung hiburan global.
Berita Terkait
-
Siap Mendunia! 5 Fakta Menarik dan Sinopsis Kelly Si Kelinci, Animasi Karya Anak Bangsa
-
Tahta Demon Slayer Runtuh, Chainsaw Man Movie Kini Kuasai Box Office
-
Sinopsis Marvel Zombies, Saat Para Superhero MCU jadi Zombi Mematikan
-
4 Film Animasi Tayang Akhir Agustus 2025, Buatan Indonesia Melawan Jepang
-
Dinilai Animasi Terburuk, 5 Alasan Film Merah Putih: One For All Masih Ada yang Nonton
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Review Film Lift Menang Award Internasional, Tapi Eksekusinya Kurang Menggigit?
-
Underworld: Evolution Malam Ini di Trans TV: Darah, Dendam, dan Takdir
-
Venom: Let There Be Carnage Lebih Liar dan Berdarah, Malam Ini di Trans TV
-
Sentil Janji 19 Juta Lapangan Kerja Gibran, Siapa Otak Sinetron Para Pencari Tuhan?
-
Sah! Virgoun dan Lindi Fitriyana Resmi Jadi Suami Istri
-
Sinopsis Doctor Shin, Debut Akting Baek Seo Ra di Drakor Thriller Medis
-
Urutan Nonton Film Scream Sebelum Scream 7, Jangan Sampai Salah!
-
Syuting di Hutan, Olla Ramlan Ngaku Sempat Nangis sampai Trauma di Lokasi Syuting Malaysia
-
Cerita Ravel Junardy di Balik Panggung Hammersonic: Ada Biaya Tambahan Gara-Gara Slipknot
-
Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana Digelar Private di Hotel Mewah