- It Was Just An Accident gabungkan plot menegangkan dan komedi gelap
- Cerita diawali hal yang tampak sepele, yaitu sebuah kecelakaan kecil di jalanan gelap
- Penonton diajak memahami trauma, kemarahan, dan kebingungan para mantan tahanan politik yang pernah diculik dan disiksa
Suara.com - Sebuah film pemenang Palme d'Or di Festival Film Cannes biasanya identik dengan tontonan berat dan serius.
Tapi Jafar Panahi, sutradara asal Iran yang dikenal berani, justru menabrak pakem itu lewat karya terbarunya, It Was Just An Accident.
Film ini terasa seperti paket lengkap. Plot menegangkan menegangkan, komedi gelap yang getir, dan kritik sosial-politik yang menusuk.
Dirilis di Prancis pada 1 Oktober 2025, produksi kolaborasi Iran, Prancis, dan Luksemburg ini bermula dari hal yang tampak sepele, yaitu sebuah kecelakaan kecil di jalanan gelap.
Eghbal, seorang pria dengan kaki palsu, tak sengaja menabrak seekor anjing. Saat berusaha memperbaiki mobilnya, datanglah Vahid, seorang mekanik yang menawarkan bantuan.
Namun dari suara langkah kaki palsu itu, Vahid tiba-tiba sadar, lelaki di depannya adalah petugas intelijen yang dulu menyiksanya di penjara.
Dari situ, cerita berubah menjadi kisah balas dendam yang rumit dan penuh dilema moral.
Bagi sebagian penonton, alur film ini mungkin terasa agak membingungkan di awal. Panahi tidak menyuapi penonton dengan penjelasan gamblang.
Sang sutradara memilih membangun ketegangan lewat adegan-adegan panjang yang terasa sangat nyata. Tapi, seiring waktu, potongan kisahnya mulai menyatu.
Baca Juga: 4 Film Jakarta World Cinema 2025 yang Tayang di Bioskop, Ada It Was Just an Accident
Penonton diajak memahami trauma, kemarahan, dan kebingungan para mantan tahanan politik yang pernah diculik dan disiksa.
Lalu muncul pertanyaan besar, apakah mereka akan membalas dengan kekejaman yang sama seperti yang dulu mereka alami?
Di sinilah letak kejeniusan Panahi. Dia mampu memadukan ketegangan psikologis dengan humor gelap yang muncul di saat tak terduga.
Ada momen ketika penonton bisa tertawa getir melihat tingkah kikuk para "penculik" amatir ini, lalu beberapa detik kemudian terdiam karena dialog yang menampar keras.
Lewat film ini, Panahi jelas menumpahkan kritik tajam terhadap kondisi sosial dan politik di Iran.
Sebagai sutradara yang berkali-kali berhadapan dengan pemerintah, dia seolah menyalurkan seluruh kegelisahannya lewat kamera.
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Insidious: Out of the Further Siap Teror Bioskop, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya
-
The Hunger Games: Sunrise in the Reaping Tampil Lebih Gelap, Ini Bocoran Trailernya
-
Menteri Ekonomi Kreatif Ikut Kena Imbas Gara-Gara Pernikahan Teuku Rassya
-
Emosi Meledak, Detik-Detik Korban Pelecehan FH UI Pingsan di Hadapan Pelaku
-
4 Fakta Menarik Nominasi Baeksang Arts Awards 2026, Drama You and Everything Else Paling Disorot
-
Ibu Julia Perez Menangis Minta Tolong Raffi Ahmad, Ingin Jual Apartemen Peninggalan Jupe
-
Detik-Detik Clara Shinta Temukan Bukti Video Syur Suami: Ternyata Disimpan di Folder Ini
-
Sinopsis Fifties Professionals, Kisah Tiga Pria Paruh Baya Berbahaya Diasingkan ke Pulau Terpencil
-
Sempat Disebut 'Tamu Asing' di Nikahan Anak, Tamara Bleszynski: Ada Persepsi Keliru yang Ditafsirkan
-
Disomasi Rp10,7 Miliar Usai Ungkap Dugaan VCS Suami, Clara Shinta Siap Tempuh Jalur Hukum