- Presiden Donald Trump belum mempublikasikan hasil pemeriksaan kesehatan terbaru setelah menjalani prosedur medis di Walter Reed Medical Center.
- Gedung Putih menuai kritik karena dianggap menutupi informasi dasar terkait kondisi kesehatan Trump sejak pemeriksaan berlangsung hari Selasa lalu.
- Ketidakjelasan laporan resmi memicu spekulasi publik dan keraguan para pengamat politik mengenai kondisi kesehatan fisik serta mental presiden.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan kesehatan terbarunya belum juga dipublikasikan kepada publik.
Kondisi tersebut memicu tudingan bahwa Gedung Putih sengaja menutupi informasi terkait kesehatan orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut.
Trump, yang menjadi presiden tertua saat dilantik dalam sejarah AS, sebelumnya mengklaim dirinya berada dalam kondisi prima setelah menjalani pemeriksaan medis selama beberapa jam di Walter Reed National Military Medical Center pada Selasa lalu.
Melalui media sosial, Trump menyatakan bahwa hasil pemeriksaan berjalan sangat baik. Namun hingga kini, Gedung Putih belum merilis laporan resmi maupun rincian hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.
Situasi ini memunculkan kritik dari sejumlah pengamat kesehatan dan politik.
Salah satunya datang dari Jonathan Reiner, profesor di George Washington School of Medicine & Health Sciences yang pernah menjadi dokter jantung mantan Wakil Presiden AS, Dick Cheney.
"Tidak ada penjelasan lain mengapa hasil pemeriksaan kesehatan presiden tidak dirilis selain karena ada sesuatu yang tidak ingin diketahui rakyat Amerika," tulis Reiner melalui akun media sosial X.
Ia juga mempertanyakan sikap Gedung Putih yang belum memberikan informasi dasar terkait kondisi kesehatan Trump.
"Sulit dibayangkan Gedung Putih tidak mengeluarkan pernyataan tentang kesehatan presiden, bahkan sekadar pernyataan paling dasar," ujarnya.
Baca Juga: Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
Sejak kampanye hingga kembali menduduki Gedung Putih pada periode keduanya, Trump kerap menampilkan citra sebagai sosok yang energik dan sehat.
Trump juga beberapa kali menegaskan bahwa kondisi fisik maupun mentalnya berada dalam keadaan sangat baik.
Pada masa jabatan pertamanya, dokter kepresidenan saat itu, Ronny Jackson, bahkan menggelar konferensi pers panjang yang memuji kondisi kesehatan Trump dan menyebutnya memiliki "gen yang luar biasa".
Namun kali ini, minimnya informasi resmi justru memicu spekulasi di tengah publik dan media.
Belum dipublikasikannya laporan medis terbaru Trump membuat berbagai spekulasi bermunculan di media sosial.
Sejumlah pengguna mempertanyakan alasan Gedung Putih menunda pengumuman hasil pemeriksaan tersebut.
Salah satu pengguna media sosial menulis, "Trump pasti sedang mengalami masalah kesehatan serius. Jika tidak, Gedung Putih tentu sudah merilis catatan medisnya."
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya masalah kesehatan tertentu pada Trump.
Berita Terkait
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?
-
Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon