-
Ayu Chairun Nurisa dikaitkan dengan dugaan penipuan travel umrah usai fotonya bersama pelaku tersebar.
-
Ayu memilih bungkam saat ditanya soal hubungannya dengan Novi dan menyerahkan penjelasan ke pihak lain.
-
Meski diam, Ayu menyatakan siap menghadapi proses hukum jika terbukti terlibat.
Suara.com - Nama Ayu Chairun Nurisa terseret dalam pusaran kasus hukum baru. Setelah menjadi tersangka dalam kasus dengan Ashanty, kini ia dikaitkan dengan dugaan penipuan travel umrah yang merugikan puluhan jemaah.
Keterkaitan ini muncul setelah pihak kuasa hukum Ashanty menggelar konferensi pers dan menunjukkan foto kebersamaan Ayu dengan terduga pelaku penipuan travel umrah bernama Novi.
Saat dimintai konfirmasi mengenai tudingan tersebut, Ayu Chairun Nurisa memilih tidak memberikan komentar apa pun.
"Eh untuk soal itu aku sama sekali enggak mau komen ya, karena bukan ranah aku untuk menjelaskan," kata Ayu Chairun Nurisa di Polres Jakarta Selatan pada Senin, 20 Oktober 2025.
Sikap bungkam Ayu berlanjut ketika awak media bertanya lebih spesifik mengenai hubungannya dengan Novi. Ia tetap kukuh pada pendiriannya untuk tidak berbicara.
"Aku enggak mau komen deh," ujarnya singkat.
Didesak lebih lanjut mengenai alasan di balik kebisuan tersebut, Ayu Chairun Nurisa hanya menyerahkan penjelasan kepada pihak lain yang dianggapnya lebih berwenang.
"Enggak. Nanti eh biar pihak mereka aja yang ngejelasin," tuturnya.
Meski enggan berkomentar, perempuan yang tengah berseteru dengan Ashanty ini menunjukkan sikap yang cukup menantang.
Baca Juga: Dituding Rampas Aset Karyawan, Ashanty: Cuma Cek Akun Perusahaan
Ia mempersilakan pihak mana pun untuk membuktikan keterlibatannya dalam kasus tersebut.
"Silakan dibuktikan," ucap Ayu dengan tegas.
Ia bahkan kembali menegaskan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum jika memang ada bukti yang mengarah padanya.
"Siap. Silakan dibuktikan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Pak Tarno Jadi Korban, Ditipu Puluhan Juta oleh Wanita yang Terhubung dengan Tersangka Kasus Ashanty
-
Eks Karyawan Ashanty Mau Umrah Saat Diperiksa Sebagai Tersangka, Pengacara Siapkan Surat Pencekalan
-
3 Temuan Pengacara Ashanty, Diduga Hubungkan Tersangka Penggelapan dengan Jaringan Penipu Umrah
-
Tersangka Kasus Penggelapan Uang Ashanty Diduga Terhubung Jaringan Penipuan Berkedok Umrah
-
Diserang Mantan Karyawan Lewat Tuduhan TPPU Hingga Gugatan Rp100 Miliar, Ashanty: Allah Gak Tidur!
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara