-
Ashanty membantah tuduhan pencucian uang dan menyebut laporan itu tidak berdasar.
-
Ia menilai tuduhan pajak salah kaprah dan gugatan hanya memperkeruh suasana.
-
Meski diserang balik, Ashanty tetap berserah dan percaya keadilan akan terungkap.
Suara.com - Perseteruan antara Ashanty dengan mantan karyawannya, Ayu, tampaknya semakin memanas dan melebar ke berbagai ranah hukum.
Tak tinggal diam setelah dilaporkan Ashanty, pihak Ayu melancarkan serangan balik dengan sederet laporan tandingan.
Mulai dari dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), penggelapan pajak, hingga gugatan perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) senilai Rp100 miliar.
Menanggapi laporan TPPU, Ashanty dengan tegas menyatakan bahwa laporan tersebut telah ditolak oleh pihak kepolisian.
"Alhamdulillah, kan mereka kemarin ngelaporin TPPU. Penolakan kan laporannya," ujarnya saat ditemui di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Ia bahkan menyentil tim kuasa hukum Ayu yang seolah tidak memahami esensi dari tuduhan pencucian uang.
"Kuasa hukumnya paham nggak sih TPPU itu apa? Uang siapa yang dipakai sama aku? Uang siapa yang dicuci?" tanya Ashanty lagi.
Ashanty merasa ironis karena tahun lalu ia justru diundang oleh kejaksaan untuk menjadi pembicara mengenai isu TPPU.
"Alhamdulillah, seumur aku hidup sampai sekarang belum pernah ada dititipin uang sama orang. Bahkan tahun lalu, aku di kejaksaan ikut jadi pembicara untuk masalah TPPU ini gitu. Terus, tiba-tiba mereka tidak tahu apa-apa, main lapor aja," papar Ashanty.
Baca Juga: Jadi Tersangka Penggelapan Rp 2 Miliar, Mantan Karyawan Ashanty Siap Diperiksa
Terkait tuduhan penggelapan pajak, ibu empat anak ini juga memberikan bantahan keras.
Menurutnya, tuduhan itu kemungkinan muncul karena kesalahpahaman Ayu saat melihat adanya surat dari kantor pajak terkait selisih bayar, yang ia sebut sebagai hal biasa bagi pengusaha.
"Dia mungkin lihat itu, oh, dianggapnya apa, gitu. Jadi, aku bilang lagi ke kuasa hukumnya. Balik lagi, jangan zalim lah," tutur Ashanty.
Sementara itu, mengenai gugatan perdata Rp100 miliar, Ashanty menilai hal tersebut hanya akan membuat publik semakin gemar bergunjing (ghibah).
Ia memandang semua laporan balik itu sebagai upaya Ayu untuk menyelamatkan diri dengan cara yang tidak pantas.
"Gini, mereka ini makin membuat orang-orang jadi ghibah gitu loh. Kan aku yang ibaratnya, maaf ya, diambil uangnya. Aku yang sudah dihancurkan waktu itu dengan berbagai hal. Terus tiba-tiba dia mau menyelamatkan diri dengan cara yang begini, yang nggak pantas," keluh Ashanty.
Di tengah berbagai serangan yang ditujukan kepadanya, Ashanty memilih untuk tetap tenang dan berserah.
Ia percaya bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap dan Tuhan tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan.
"Allah nggak tidur, itu aja," pungkas Ashanty.
Berita Terkait
-
Masih Tunggu Maaf, Ashanty Bereaksi Usai Mantan Karyawan Jadi Tersangka: Harusnya Tahu Malu
-
Ashanty Tolak Cabut Laporan, Siap Ambil Langkah Hukum Serius Lawan Eks Karyawan yang Gelapkan Uang
-
Dituding Rampas Aset Karyawan, Ashanty: Cuma Cek Akun Perusahaan
-
Ashanty Tak Gentar Digugat Rp100 Miliar oleh Eks Karyawan: Cuma Strategi Tutupi Kesalahan
-
Status Tersangka Tak Bikin Ciut, Ayu Bakal Gugat Ashanty Rp100 Miliar
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan