-
Acha Septriasa awalnya ragu menerima peran Anggie di film Air Mata Mualaf karena tema dan karakter yang sensitif serta menantang.
-
Ia mendalami perannya melalui imajinasi, kisah teman-teman mualaf, dan pengalaman pribadinya sebagai Muslim yang tinggal di luar negeri.
-
Acha merasa pengalaman spiritual pribadinya membantu memahami perjalanan karakter Anggie, yang menjadi inti cerita film tersebut.
Suara.com - Acha Septriasa membagikan pengalamannya saat pertama kali terlibat dalam proyek film 'Air Mata Mualaf'.
Aktris berusia 36 tahun ini mengaku sempat merasa ragu saat pertama kali menerima tawaran untuk memerankan karakter Anggie, seorang mualaf.
Keraguan itu muncul lantaran Acha merasa skenario yang disodorkan kepadanya cukup sensitif, dan memiliki ruang yang sempit untuk pengembangan karakter.
"Skrip ini terlihat dari luarnya tuh kayaknya sulit untuk dimainkan ya. Kayaknya agak sensitif, terus ruangnya tuh kayak sempit," ujar Acha Septriasa dalam konferensi pers perilisan trailer di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 27 Oktober 2025.
Peraih Piala Citra ini merasa karakter yang ia perankan memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menggambarkan perjalanan spiritual seorang mualaf.
"Gimana nih, mau ke kanan atau mau ke kiri. Kayak lumayan, mau berani juga takutnya malah menyentuh area yang nggak seharusnya," sambung Acha.
Meski sempat ragu, ibu satu anak ini akhirnya menemukan cara untuk mendalami perannya sebagai seorang yang baru memeluk Islam.
Ia banyak mengandalkan imajinasi dan cerita dari teman-temannya yang memiliki pengalaman serupa.
"Ada banyak hal yang saya bentuk dari imajinasi dan cerita-cerita dari teman-teman, yang memang mengalami hal yang sama," tuturnya.
Baca Juga: Acha Septriasa Akhirnya Buka Suara Soal Co-Parenting dan Perceraian, Unggahan Instagram Jadi Sorotan
Acha juga mengaku dapat menghubungkan pengalaman pribadinya sebagai seorang Muslim yang tinggal di luar negeri, dengan karakter yang ia perankan.
Pengalaman berada di Sydney, Australia, di mana ia jarang mendengar suara azan, membuatnya lebih bisa merasakan perjuangan spiritual karakternya.
"Saya ngerasa jadi lebih bisa relate, ketika saya memerankan Anggie tersebut di Sydney, di negara di mana tempat saya tinggal," pungkasnya.
Air Mata Mualaf bercerita tentang Anggie (Acha Septriasa), seorang wanita Indonesia yang tinggal dan sekolah di Australia, merupakan korban kekerasan dalam hubungan yang dilakukan oleh kekasihnya Ethan (Matt Williams) di Sydney.
Suatu hari, Anggie memutuskan untuk meninggalkan Ethan setelah hidupnya terpuruk. Dalam kondisi mabuk dan terluka, ia jatuh di depan sebuah masjid dan diselamatkan oleh Fatimah (Hana Saraswati), seorang gadis pengurus masjid.
Kebaikan hati Fatimah menyentuh Anggie, terlebih saat ia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an dari mulut sang gadis tersebut. Sejak saat itu, Anggie meminta untuk diajarkan tentang Islam.
Keputusan Anggie untuk memeluk Islam menjadi titik balik hidupnya. Namun disaat itu, ia harus menghadapi penolakan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Film 'Air Mata Mualaf' rencananya akan mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 27 November 2025.
Setelahnya, karya arahan Indra Gunawan itu bakal ditayangkan di beberapa negara, seperti Malaysia hingga Qatar.
Berita Terkait
-
5 Potret Acha Septriasa dan Vicky Kharisma Rayakan Ultah Anak meski Sudah Cerai
-
Acha Septriasa Dicurigai Bakal Pindah Agama Gara-Gara Unggah Video ini
-
Unggahan Vicky Kharisma Jadi Isyarat Jelas Move On dari Acha Septriasa
-
Cerai Sejak Mei 2025, Postingan Lawas Mantan Suami Acha Septriasa Jadi Pertanda: Akhirnya Terjawab!
-
Bukan Gosip, Ini Sumber Kabar Acha Septriasa Dinafkahi Rp1 Juta per Bulan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan