DPRD DKI Wanti-wanti: Biaya Penataan Kabel Udara Jakarta Jangan Dibebankan ke Masyarakat

Jum'at, 18 September 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi warga beraktivitas di dekat jaringan kabel utilitas yang menjuntai di kawasan Setiabudi, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • DPRD DKI Jakarta mengingatkan biaya penataan jaringan utilitas tidak boleh menaikkan tarif layanan kepada masyarakat.
  • Pramono menargetkan penurunan seluruh kabel udara selesai dalam waktu lima tahun ke depan.
  • Pemerintah melibatkan pihak swasta dan operator utilitas secara mandiri untuk mempercepat pembenahan estetika kota mulai tahun 2027.

Suara.com - DPRD DKI mengingatkan agar biaya penataan jaringan utilitas di Jakarta tidak dibebankan kepada masyarakat.

Kenaikan tarif layanan kepada warga tidak boleh terjadi akibat adanya program penataan kabel udara ini.

“Jangan sampai nanti dijadikan alasan karena ada cost yang lebih besar sehingga menaikkan harga, entah internet atau apa,“ ujar Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, Jumat (18/9/2026).

Pemerintah daerah bersama pihak swasta diminta untuk mencari solusi pembiayaan yang tidak merugikan konsumen.

“Harusnya memang dibatasi,“ lanjut Yuke, mempertegas peringatan sebelumnya.

Penataan kabel ini sendiri bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi sekaligus aman bagi warga Jakarta.

“Saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan,“ kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum lama ini.

Program penataan juga dinilai berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi daerah di masa mendatang.

Keterlibatan operator utilitas dan swasta melalui relokasi mandiri menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Ilustrasi - Kabel semrawut. (ANTARA/Muhammad Iqbal/dok)

Mulai tahun 2027, cakupan pembangunan akan diperluas dengan melibatkan pihak ketiga apabila kemampuan anggaran pemerintah terbatas.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,“ ajak Pramono.

Diharapkan dari kebijakan tersebut, penurunan kabel-kabel udara di Jakarta dapat segera dilihat hasilnya oleh mereka yang menanti janji pembenahan estetika kota.

“Minimal di beberapa lokasi kelihatan, terutama di jalan-jalan protokol, sambil membenahi yang kusut di jalan-jalan kecil dan di dalam permukiman warga,“ tutup Yuke.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com