-
Reza Rahadian debut sebagai sutradara dan penulis lewat film Pangku yang menuai pujian luas.
-
Film Pangku meraih empat penghargaan bergengsi di Busan International Film Festival 2025.
-
Ceritanya mengangkat perjuangan seorang ibu dalam tradisi “kopi pangku” dan berhasil menyentuh banyak penonton.
Suara.com - Aktor kenamaan Reza Rahadian membuktikan talentanya tidak terbatas pada seni peran.
Melalui film Pangku, Reza mencatatkan debut yang spektakuler sebagai sutradara sekaligus penulis cerita.
Bahkan Reza langsung disambut dengan pujian dan apresiasi tinggi, baik dari pejabat pemerintah maupun panggung film internasional.
Di acara pemutaran perdana yang digelar di XXI Plaza Indonesia, Rabu, 5 November 2025, Menteri Kebudayaan Fadli Zon tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
Menurutnya, Pangku adalah sebuah karya sinematik yang berhasil memotret realitas kehidupan di Indonesia dengan sangat jujur dan menyentuh.
Apresiasinya semakin melambung mengingat film ini telah lebih dulu berjaya di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
"Luar biasa, ada empat penghargaan (dari BIFF). Ini membuktikan bahwa Reza Rahadian bukan hanya aktor, tapi juga sutradara yang hebat dan handal. Kita bangga," ujar Fadli Zon dalam keterangannya kepada awak media Kamis, 6 November 2025. .
Fadli berharap film Pangku bisa membawa harum nama Indonesia ke level Internasional.
"Semoga film ini bisa terus mengangkat perfilman Indonesia ke panggung dunia. Selamat!"
Baca Juga: Bela Soeharto dari Tuduhan Genosida, Fadli Zon: Nggak Pernah Ada Buktinya
Keberhasilan Pangku di kancah internasional memang bukan isapan jempol belaka.
Film ini berhasil membawa pulang empat piala bergengsi dari BIFF 2025, antara lain FIPRESCI Award dari federasi kritikus film, KB Vision Audience Award (Pilihan Penonton), Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, mengaku tersentuh secara personal setelah menyaksikan film tersebut.
Giring mengungkapkan bahwa alur ceritanya yang kuat membuatnya langsung teringat pada pengorbanan dan cinta tulus seorang ibu.
"Saya jadi ingin berterima kasih pada ibu saya. Film ini wajib ditonton oleh semua ibu hebat dan anak-anaknya di Indonesia. Anak-anaknya pasti langsung sungkem," kata Giring.
Ia memuji narasi film yang sederhana namun kuat, mengisahkan perjuangan seorang ibu dari titik terendah dengan bantuan orang asing, menjadikannya tontonan yang inspiratif.
Berita Terkait
-
Bela Soeharto dari Tuduhan Genosida, Fadli Zon: Nggak Pernah Ada Buktinya
-
Tanpa Sosok Ayah, Reza Rahadian Justru Dapat Kekuatan dari Ibunya
-
Reza Rahadian Ungkap Pandangan soal Figur Ayah: Penting, tapi Tak Butuh?
-
Dibesarkan Ibunya Seorang Diri, Reza Rahadian Jujur soal Kehidupan Tanpa Sosok Ayah
-
Nadin Amizah Akui Film Pangku Jadi Cerminan Visi Lagu Rayuan Perempuan Gila
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka