- Kontroversi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto pada 10 November 2025 memicu reaksi kritis Fedi Nuril.
- Fedi Nuril mengkritik keras promosi kepahlawanan Soeharto yang ia sebut masif dilakukan oleh "penjilat dan buzzer" di media sosial.
- Warganet menanggapi unggahan tersebut dengan mengutip UU No. 20/2009 mengenai syarat tidak terpilihnya seseorang menjadi Pahlawan Nasional.
Suara.com - Kontroversi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada mendiang Presiden ke-2 RI, Soeharto, pada 10 November 2025 mengundang reaksi dari berbagai kalangan, termasuk dari dunia hiburan.
Aktor kenamaan Fedi Nuril menjadi salah satu figur publik yang secara terbuka menyuarakan pandangan kritisnya melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter).
Pemeran Fahri dalam film Ayat-Ayat Cinta ini menyoroti adanya upaya masif dari pihak tertentu yang ia sebut sebagai "penjilat dan buzzer" untuk mempromosikan citra kepahlawanan Soeharto.
Melalui unggahan di akun pribadinya, Fedi menyuarakan opininya dengan kalimat yang lugas dan tajam.
"Para penjilat dan buzzer berlomba-lomba meyakinkan orang bahwa Soeharto adalah pahlawan," cuit Fedi Nuril pada Selasa, (11/11/2025).
Dalam pandangannya, pengakuan seorang pahlawan tidak datang dari kampanye atau propaganda yang disuarakan dengan lantang oleh para pendengung di dunia maya.
"Padahal sosok pahlawan bukan lahir dari teriakan," sambung aktor yang kini berusia 43 tahun tersebut.
Fedi Nuril seolah ingin menegaskan, kebesaran seorang tokoh seharusnya teruji oleh waktu dan pengakuan tulus dari masyarakat, bukan dibentuk oleh opini sesaat.
Ia lantas menutup rangkaian kritiknya dengan ekspresi keprihatinan yang singkat namun penuh makna. "Kasihan, ya," tutupnya.
Baca Juga: Soeharto Resmi Pahlawan Nasional, Prabowo: Janganlah Kita Lupakan Jasa Pemimpin Terdahulu
Unggahan Fedi Nuril tersebut menuai atensi besar dari warganet dan memicu diskusi hangat di linimasa.
Salah satu komentar yang paling mencuri perhatian datang dari seorang warganet yang mengutip peraturan perundang-undangan.
"Berdasarkan UU No. 20/2009 pasal 25 huruf (e): ‘Seseorang tidak dapat diberikan gelar Pahlawan Nasional apabila pernah melakukan perbuatan tercela atau mengkhianati bangsa dan negara," kata warganet dengan akun @bak*****.
Sementara itu, warganet lain memberikan komentar bernada satire, "Pak Prabowo emang orang baik, Semua mua dikasih predikat pahlawan, Terlalu baik barang ini," ucap @up*****.
Di sisi lain, dukungan untuk Fedi juga mengalir deras, menunjukkan bahwa banyak yang sepaham dengan pandangannya. "Bang, meskipun elu buajingaaann di film PANGKU, tapi gw ttp support lu kalo di twitter," timpal yang lain.
Berita Terkait
-
Soeharto Jadi Pahlawan, Media Asing Sorot Sisi Gelap Diktator dan Pembantaian Massal
-
Komnas HAM: Gelar Pahlawan Soeharto Cederai Sejarah Pelanggaran HAM Berat dan Semangat Reformasi
-
Soal Pemberian Gelar Pahlawan, Surya Paloh Ucapkan Selamat Kepada Keluarga Besar Pak Harto
-
Bukan Hanya Gelar, Keluarga Pahlawan Nasional Dapat 4 Tunjangan Ini per Tahun
-
Terpopuler: 100 Persen Ramalan Fufufafa Benar soal Soeharto hingga Film Waluh Kukus Viral
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Lagu Baru Luqman Podolski 'Ayah' Ungkap Sisi Kelam Hubungan Keluarga yang Jarang Dibicarakan
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu
-
FORESTRA 2026 Umumkan Line Up Tahap Kedua, Hadirkan Perpaduan Musik dan Keindahan Alam
-
Dituding Acuh saat Thariq Halilintar Buka Kado, Aaliyah Massaid Beri Klarifikasi Menohok