- Trans TV Kamis (13/11/2025) malam ini akan menayangkan film Assassin's Creed.
- Film ini diangkat dari video populer berjudul sama.
- Assassin's Creed dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Michael Fassbender, Marion Cotillard, dan Jeremy Irons.
- Assassin's Creed disutradarai Justin Kurzel dan dirilis pada 2019.
Suara.com - Trans TV Kamis (13/11/2025) malam ini akan menayangkan film yang diangkat dari game populer, Assassin's Creed.
Dipuji karena penampilan visualnya, sayangnya filmm garapan sutradara Justin Kurzel ini memiliki cerita dan plot yang lemah.
Sebelum Anda menonton filmnya, berikut kami sajikan sinopsis menarik dari Assassin's Creed.
Ketika sebuah waralaba video game populer diadaptasi ke layar lebar dengan deretan bintang papan atas seperti Michael Fassbender, Marion Cotillard, dan Jeremy Irons, ekspektasi publik tentu melambung tinggi.
Assassin's Creed yang dirilis pada 2016, adalah proyek ambisius yang mencoba mematahkan "kutukan" film adaptasi game.
Namun, meskipun didukung oleh visual yang memukau dan koreografi laga yang solid, film ini tersandung oleh plot yang terlalu rumit dan dianggap membosankan oleh banyak kritikus.
Sinopsis: Perang Rahasia Templar dan Assassin
Cerita berpusat pada Callum "Cal" Lynch (Michael Fassbender), seorang narapidana hukuman mati.
Alih-alih dieksekusi, Cal diselamatkan oleh Abstergo Industries, sebuah organisasi modern yang merupakan perpanjangan tangan dari Ordo Templar kuno.
Baca Juga: Sinopsis The Running Man, Aksi Seru Glen Powell Jadi Tumbal Hiburan Brutal
Dipimpin oleh ilmuwan Sofia Rikkin (Marion Cotillard) dan ayahnya, Alan Rikkin (Jeremy Irons), Abstergo memaksa Cal untuk menggunakan teknologi revolusioner bernama Animus.
Mesin Animus memungkinkan Cal untuk mengakses dan menghidupkan kembali memori genetik dari leluhurnya, Aguilar de Nerha, seorang Master Assassin yang hidup pada masa Inkuisisi Spanyol abad ke-15.
Tujuan utama para Templar adalah menemukan lokasi "Apple of Eden", sebuah artefak kuno yang diyakini dapat menghilangkan kehendak bebas manusia dan mengakhiri kekerasan.
Melalui mata Aguilar, Cal mempelajari keterampilan bertarung dan filosofi kredo para Assassin, membawanya ke tengah-tengah perang rahasia yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Visual Spektakuler yang Tak Diimbangi Cerita Kuat
Satu hal yang diakui oleh hampir semua kritikus adalah kualitas visual dan sekuens aksi dalam film ini.
Sutradara Justin Kurzel, yang sebelumnya bekerja sama dengan Fassbender dan Cotillard dalam Macbeth (2015), berhasil menyajikan adegan-adegan parkour di atap-atap bangunan Spanyol kuno dengan sangat sinematik dan mendebarkan.
Penggambaran dunia masa lalu terasa kaya akan detail dan brutal, memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata bagi penonton.
Sayangnya, keunggulan visual tersebut tidak cukup untuk menutupi kelemahan fundamental pada naskahnya.
Banyak kritikus menilai plot film ini terlalu padat, membingungkan, dan dipenuhi jargon yang mungkin hanya akrab bagi para penggemar berat gamenya.
Sebagian besar durasi film dihabiskan di fasilitas Abstergo yang steril dan dingin, yang terasa kontras dan jauh lebih tidak menarik dibandingkan dengan adegan-adegan historisnya.
Akibatnya, film ini terasa "sangat serius" dan "anehnya membosankan" meskipun dipenuhi adegan laga.
Michael Fassbender sendiri memberikan performa yang intens, namun karakternya kurang mendapat pengembangan yang memadai sehingga sulit bagi penonton untuk terkoneksi secara emosional.
Dialog yang kaku dan alur cerita yang melompat-lompat juga menjadi sorotan.
Assassin's Creed adalah contoh nyata dari sebuah film adaptasi video game yang memiliki semua elemen untuk berhasil, sutradara berbakat, aktor kelas A, dan materi sumber yang kaya, namun gagal menyatukannya menjadi sebuah karya yang koheren dan menarik.
Film ini mungkin berhasil memuaskan sebagian penggemar gamenya dengan adegan aksi yang setia pada sumbernya, tetapi bagi penonton umum, film ini menjadi sebuah pengalaman yang membingungkan dan kurang berkesan.
Pada akhirnya, Assassin's Creed lebih banyak dikenang sebagai sebuah upaya ambisius dengan visual yang indah, namun gagal memberikan jiwa pada ceritanya.
Berita Terkait
-
Sinopsis The Running Man, Aksi Seru Glen Powell Jadi Tumbal Hiburan Brutal
-
The Informer: Ketika Loyalitas Diuji di Tengah Jerat Kriminal dan Korupsi, Malam Ini di Trans TV
-
Marsinah Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Kisahnya Difilmkan Lewat Marsinah: Cry Justice
-
Sinopsis Film Hotel Mumbai: Potret Ngeri dan Heroik di Balik Tragedi Serangan Teror 26/11
-
Bintangi Film Danyang Wingit, Fajar Nugra Deg-degan Akting Bareng Celine Evangelista di Air Terjun
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Respons Fajar Sadboy usai Videonya Diludahi Indra Frimawan Viral
-
Belasan Telur dan Lauk Sering Dibawa Pulang Pekerja MBG, Curhat Istri Picu Amarah Warganet
-
Bukan Sinetron Biasa, Dunia Tanpa Tuhan Angkat Komedi Gelap dan Ironi Iman di Pinggiran Jakarta
-
Adu Karier Fajar Sadboy dan Indra Frimawan, Siapa yang Lebih Bersinar?
-
Resmi Menikah, Reza SMASH Gelar Akad di KUA dan Pamer Foto Anti-Mainstream
-
Masa Lalu Terbongkar! Maia Estianty Pernah Panjat Pagar Demi Masuk Kos-kosan
-
Akun YouTube Cuma Ditawar Rp300 Juta, Farida Nurhan Tolak Mentah-Mentah
-
Pecinta Buku Wajib Tahu! Ini 5 Film Adaptasi Novel Tayang di Bioskop 2026
-
Berani Ludahi Fajar Sadboy, Lisa Mariana Kenang Podcast Bareng Indra Frimawan: Host Teraneh!
-
Ratu Rizky Nabila Dicap Pelakor, Pesulap Merah Pasang Badan: Dia Wanita Baik