- Gen Z tumbuh menjadi generasi dengan rasa ingin tahu yang tinggi
- Film Reptile, Dexter, dan Mr Mercedes cocok buat Gen Z yang analitis
- Reptile adalah film slow-burn thriller yang akan menguji kesabaran dan ketelitian kamu
Bagi Gen Z yang menyukai analisis karakter dan ambiguitas moral, Dexter menawarkan perspektif ganda yang langka. Penonton tidak hanya diajak menyelidiki kasus-kasus pembunuhan yang ditangani kepolisian, tetapi juga ikut masuk ke dalam pikiran Dexter.
Kita melihat bagaimana ia menggunakan pengetahuannya yang luas tentang forensik untuk memburu targetnya, sekaligus untuk menutupi jejak kejahatannya sendiri dengan sempurna.
3. Mr. Mercedes: Perang Psikologis Generasi Tua dan Muda
Diadaptasi dari novel Stephen King, Mr. Mercedes menyajikan pertarungan klasik antara detektif dan penjahat, tetapi dengan sentuhan modern yang relevan.
Serial ini dimulai dengan sebuah tragedi mengerikan di mana seorang pengemudi misterius menabrakkan mobil Mercedes curian ke kerumunan pencari kerja, menewaskan banyak orang. Kasus ini buntu, menghantui detektif yang menanganinya, Bill Hodges, hingga ia pensiun.
Ketegangan dimulai ketika Hodges yang kini hidup dalam kebosanan menerima email dari seseorang yang mengaku sebagai "Mr. Mercedes". Pelakunya, Brady Hartsfield, adalah seorang psikopat jenius di bidang teknologi yang mulai meneror Hodges secara psikologis.
Di sinilah daya tarik serial ini bagi penonton analitis. Ini bukan lagi "siapa pelakunya", melainkan "bagaimana cara menghentikannya".
Penonton diajak menyaksikan perang pikiran antara detektif tua yang mengandalkan insting dan pengalaman dengan seorang penjahat muda yang memanfaatkan teknologi untuk menyebar teror.
Baca Juga: Review Resident Evil: Welcome to Raccoon City, Nostalgia Horor yang Terjebak di Antara 2 Dunia
Berita Terkait
-
Penjelasan Ending Stranger Things 5 Finale, Jawab Misteri Paling Besar
-
CJ7: Surat Cinta Stephen Chow untuk Perjuangan Seorang Ayah, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Wonder Man, Perjalanan Aktor Hollywood Masuk Dunia Superhero
-
Review The Beast in Me: Thriller Psikologis yang Mengulik Sisi Buas Manusia
-
Live-Action Solo Leveling Dikabarkan Hanya 7 Episode, Syuting April 2026
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Virgoun di Big Bang Festival: Cerita Last Child Nyaris Bubar, Siap Sambut 2 Dekade
-
5 Fakta Menarik Stranger Things: Tales from '85, Spin-off Versi Animasi di Netflix
-
Sinopsis Drakor Honour, Ajang Comeback Lee Na Young yang Angkat Kisah 3 Pengacara Perempuan Tangguh
-
Galang Dana buat Bencana Sumatra, Big Bang Festival Kumpulkan Rp22 Juta
-
Fairuz A Rafiq Geram Insanul Fahmi Bilang I Love You ke Inara Rusli dan Mawa
-
Stranger Things Finale: Siapa Saja Korban Tewas dan Apa yang Terjadi dengan Eleven?
-
7 Film Indonesia Terlaris yang Disutradarai Komika, Agak Laen: Menyala Pantiku! Saingi Jumbo
-
Devano Danendra Resmi Buang Nama Belakang, Ini Alasan di Balik Keputusannya
-
Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak
-
Penjelasan Ending Stranger Things 5 Finale, Jawab Misteri Paling Besar