- Genre komedi satir memiliki kekuatan untuk menyoroti dan mengupas kebobrokan serta absurditas isu-isu serius
- After Life menyajikan humor gelap sebagai medium untuk mengeksplorasi duka dan depresi
- Gilmore Girls, meskipun bukan satir murni, menawarkan dialog cerdas dan observasi tajam tentang kelas sosial dan kehidupan
Suara.com - Komedi satir memiliki kekuatan unik untuk menyoroti kebobrokan dan absurditas dalam masyarakat dengan cara yang paling menghibur.
Genre ini menggunakan humor sebagai pisau bedah untuk mengupas berbagai isu serius, mulai dari politik, kesenjangan sosial, hingga makna kehidupan itu sendiri.
Kamu bisa menontonnya di layanan streaming kesayangan kamu. Berikut adalah deretan film dan serial yang mengusung komedi satir.
1. Don't Look Up: Menertawakan Krisis di Depan Mata
Jika kamu mau melihat bagaimana kegagalan pemerintah, ketidakbecusan media, dan kebodohan masyarakat digambarkan secara komikal namun menampar, Don't Look Up adalah jawabannya.
Film ini merupakan sebuah satir politik brilian yang membungkus isu nyata perubahan iklim dalam sebuah metafora tentang komet raksasa yang akan menabrak Bumi.
Melalui karakter dua astronom yang frustrasi karena peringatan mereka diabaikan, film ini dengan tajam menyindir para politisi yang lebih peduli pada citra, media yang hanya mengejar sensasi, dan publik yang mudah teralihkan oleh gosip murahan.
Don't Look Up mengajak penonton untuk tertawa getir melihat betapa kacaunya respons kolektif kita dalam menghadapi sebuah krisis nyata.
2. Parasite: Komedi Gelap Tentang Kesenjangan Sosial yang Brutal
Baca Juga: Sinopsis Gilmore Girls: Komedi Cerdas Ibu-Anak yang Kembali Populer di Netflix
Sebuah mahakarya asal Korea Selatan yang berhasil mengguncang dunia, Parasite adalah contoh sempurna bagaimana komedi gelap dapat digunakan untuk menyampaikan kritik sosial yang menusuk.
Disutradarai oleh Bong Joon-ho, film ini mengisahkan keluarga miskin yang secara perlahan menginfiltrasi kehidupan sebuah keluarga kaya raya.
Dengan alur yang tak terduga, Parasite secara jenius mengeksplorasi jurang pemisah antar kelas dan ketidakadilan sosial yang brutal.
Setiap adegan komikal di dalamnya selalu dibayangi oleh tragedi yang mengintai, menciptakan pengalaman sinematik yang akan membuat Anda tertawa sekaligus merenung tentang realitas pahit yang digambarkan.
3. After Life: Humor Kelam di Tengah Duka Mendalam
Serial After Life menawarkan perspektif yang berbeda dalam genre komedi-drama. Kisahnya berpusat pada Tony, seorang pria yang dunianya runtuh setelah sang istri meninggal akibat kanker.
Merasa tak ada lagi yang perlu ia takuti, Tony mengadopsi kepribadian baru yang impulsif dan sinis. Ia memutuskan untuk melakukan dan mengatakan apa saja yang ia inginkan tanpa filter.
Kepribadian barunya ini menjadi sumber humor gelap yang tak ada habisnya, sekaligus menjadi medium untuk mengeksplorasi tema duka, depresi, dan pencarian makna hidup. Serial ini membuktikan bahwa di tengah keputusasaan yang paling dalam sekalipun, masih ada ruang untuk menemukan tawa.
4. Gilmore Girls: Pilihan Cerdas Meski Bukan Satir Murni
Meskipun tidak dapat diklasifikasikan sebagai komedi satir murni, Gilmore Girls adalah tontonan yang wajib bagi siapa pun yang menghargai humor cerdas dan dialog secepat kilat.
Dinamika hubungan antara seorang ibu tunggal, Lorelai Gilmore, dengan putrinya yang cerdas, Rory, jadi fokus serial drama-komedi Amerika ini.
Kekuatan utamanya terletak pada naskah yang padat dengan referensi budaya pop dan percakapan jenaka yang mengalir deras. Dialog-dialognya sering kali mengandung observasi tajam tentang kelas sosial, ekspektasi keluarga, dan kehidupan di kota kecil.
Bagi penggemar satir yang menikmati kritik sosial yang disampaikan melalui interaksi karakter yang kuat dan cerdas, serial ini menawarkan kepuasan yang sepadan.
Tag
Berita Terkait
-
Review Film Mickey 17, Reuni Bong Joon Ho dan Robert Pattinson yang Memikat
-
5 Tahun Usai Menangkan Oscar, Film Parasite Tayang Lagi di Bioskop IMAX
-
Ulasan Film After Life, Horor Komedi yang Dibintangi Hanggini
-
3 Drama China yang Dibintangi Li Zixuan di 2024, Ada Limited 72 Hours of Love
-
Aktor Parasite, Lee Sun-Kyun Ditemukan Tewas Bunuh Diri di dalam Mobil
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Anggota Damkar Depok Terima Teror Setelah Konten Diduga Sindir Oknum Brimob Viral
-
Tantri Kotak dan Arda Sempat Ingin Cerai, Anggap Pernikahan sebagai Penjara
-
Sinetron Religi Para Pencari Tuhan Jilid 19 Tayang Setiap Sahur, Cerita Tetap Menyentil
-
Posting Cari Calon Istri dengan Gaji Rp3 Juta, Cowok Ini Tuai Kontroversi di Medsos
-
Viral Isi Takjil di Masjid Nabawi Ada Uang 100 US Dollar, Fakta atau Hoaks?
-
Bella Hadid Ungkap Masa Sulitnya Saat Idap Lyme Disease
-
NIKI Jadi Headliner Prambanan Jazz 2026, Rayakan 12 Tahun dengan Tema Celebrate the Joy
-
Hadirkan MLTR, Prambanan Jazz Festival Jadi Rumah bagi Semua Genre dan Generasi
-
Viral Isu Rizky Bantayan Lolos Akmil Karena Aira Yudhoyono, Sampai Rela Lepeh Pacar
-
Tasya Kamila Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Unggahan Kontribusi LPDP, Kini Singgung Pajak