- Video warga merusak pos dan menolak relokasi di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, menjadi viral
- Chicco Jerikho bereaksi dengan mencolek Menteri Kehutanan dan menuntut TNTN dikembalikan sesuai fungsinya sebagai hutan lindung
- Konflik terjadi karena 40.000 hektare TNTN telah berubah menjadi perkebunan sawit ilegal, menyebabkan degradasi parah dan penurunan populasi gajah sumatera
Suara.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan situasi memanas di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sekelompok warga mengamuk, menolak upaya relokasi hingga nekat merusak fasilitas negara.
Aksi warga yang terekam kamera itu memperlihatkan detik-detik perusakan plang pos jaga.
Tak hanya itu, massa juga mendesak Satuan Tugas (Satgas) untuk segera angkat kaki dari lokasi tersebut. Sontak, video ini memicu pro dan kontra di kalangan warganet.
Keriuhan ini rupanya tak luput dari perhatian aktor sekaligus aktivis lingkungan, Chicco Jerikho. Dikenal vokal menyuarakan konservasi gajah, Chicco langsung bereaksi keras melihat kondisi tersebut.
Melalui kolom komentar di unggahan akun Instagram resmi Balai Taman Nasional Tesso Nilo (@btn_tessonilo), suami Putri Marino ini langsung "mencolek" Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk meminta kejelasan.
"Ini gimana ya Pak @rajaantoni," tulis Chicco Jerikho dikutip pada Selasa, 25 November 2025.
Tak berhenti di situ, bintang film Filosofi Kopi ini juga mengunggah foto dirinya yang sedang berpose bersama seekor gajah.
Dalam keterangan fotonya, dia menegaskan tuntutannya agar fungsi hutan lindung dikembalikan sebagaimana mestinya demi kelangsungan ekosistem.
Baca Juga: Chicco Jerikho Siapkan Kejutan Setiap The Actors Cetak Point di Pertandingan Bahkan Voli 3
"Kembalikan @btn_tessonilo sesuai dengan fungsinya," tegas Chicco.
Konflik ini bermula dari upaya pemerintah melakukan penertiban di kawasan TNTN.
Warga setempat menolak keras untuk direlokasi dengan alasan mereka telah mendiami dan mengelola lahan tersebut sejak akhir tahun 1990-an.
Mereka bahkan mengklaim memiliki bukti kepemilikan yang sah dan masuk ke wilayah itu secara legal.
Di sisi lain, pemerintah pusat memandang penertiban ini mendesak dilakukan karena besarnya skala perambahan hutan.
Kementerian Kehutanan mencatat data yang mencengangkan, di mana sekitar 40.000 hektare kawasan TNTN telah berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit ilegal.
Kondisi ini diperparah dengan pernyataan dari Komandan Satgas Garuda yang menyebut situasi TNTN saat ini sangat memprihatinkan.
Degradasi lahan akibat aktivitas ilegal pendatang selama 20 tahun terakhir telah menyebabkan penurunan drastis populasi gajah sumatera di habitat aslinya tersebut.
Berita Terkait
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Separuh Habitat Hilang, Ini Strategi Pemerintah Selamatkan Gajah Indonesia
-
Upaya Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah, Prabowo Siapkan Dua Kebijakan
-
Kontroversial dan Bikin Naik Darah! Film Ozora Sukses Mengaduk Emosi
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon