Entertainment / Gosip
Selasa, 06 Januari 2026 | 12:34 WIB
Anrez Adelio ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2023) [Suara.com/Rena Pangesti].
Baca 10 detik
  • Anrez Adelio menyatakan siap membiayai kehamilan, persalinan, hingga menafkahi bayi Icel secara kekeluargaan.
  • Pihak Anrez menegaskan hubungan dilakukan atas dasar suka sama suka dan membantah tuduhan kekerasan seksual maupun paksaan aborsi.
  • Kuasa hukum mengungkap Anrez dipaksa menandatangani surat pernyataan di bawah tekanan saat rumahnya digeruduk dini hari.

Suara.com - Setelah sempat bungkam di tengah badai isu tak sedap yang menyeret namanya, aktor Anrez Adelio akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Melalui kuasa hukumnya, Ramzy Brata Sungkar, pihak Anrez membantah tegas tuduhan lari dari tanggung jawab terkait kehamilan selebgram Friceilda Prillea alias Icel.

Polemik ini bermula pada akhir Desember 2025, ketika Icel muncul ke publik dengan pengakuan mengejutkan bahwa dirinya tengah mengandung buah hati dari sang aktor.

Icel menuding Anrez menghilang dan enggan bertanggung jawab, yang berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual dan penelantaran.

Menanggapi hal tersebut, Ramzy Brata Sungkar melalui pesan singkat kepada awak media pada Senin, 5 Januari 2026, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah berniat lari dari kewajiban.

Siap Menikahi dan Menafkahi

Ramzy menjelaskan bahwa sejak awal mengetahui kehamilan tersebut, Anrez tegaskan telah menunjuk dirinya untuk mengurus pertanggungjawaban secara kekeluargaan.

Aktor 28 tahun itu disebut siap menanggung seluruh biaya, mulai dari kehamilan hingga sang bayi lahir.

"Semua sudah terjadi dan pihak Anrez dari awal menunjuk saya sebagai Penasihat Hukumnya sepakat untuk bertanggung jawab atas bayi yang sedang dikandung, mulai dari proses kehamilan, persalinan, dan sampai bayi itu lahir klien saya mau menafkahi," tulis Ramzy Brata Sungkar.

Baca Juga: Dituding Kabur Usai Hamili Friceilda Prillea, Anrez Adelio Pastikan Mau Tanggung Jawab

Bahkan, pertemuan dengan keluarga besar Icel, termasuk orangtua dan saudaranya, sudah dilakukan.

Ramzy menyebut pertemuan itu awalnya bertujuan mencari win-win solution karena kejadian ini dianggap sebagai musibah bersama, bukan ajang untuk mencari keuntungan.

"Kami menemui pihak keluarga Icel untuk membahas pertanggungjawaban yang mereka mau, selama tidak menyalahi aturan pemerintah dan agama, serta tidak berlebih-lebihan," tambahnya.

Bantah Kekerasan Seksual: Datang Sukarela, Tidak Dijemput

Terkait laporan Icel yang menggunakan pasal dugaan tindak kekerasan seksual (TPKS), pihak Anrez mengaku siap membuktikannya di ranah hukum. Ramzy membeberkan bahwa hubungan intim yang dilakukan keduanya didasari suka sama suka, bukan paksaan.

Dia menyoroti pola hubungan di mana Icel kerap datang sendiri ke tempat tinggal Anrez tanpa paksaan.

"Intinya silakan kalian simpulkan sendiri, mereka melakukan hubungan tersebut bukan hanya sekali. Lebih sering dilakukan di tempat tinggal Anrez dengan cara Icel yang datang sendiri menggunakan transportasi online, tidak dijemput dan tidak diantar pulang. Apakah itu bisa dibilang memaksa? Lebih tepatnya itu sukarela," tegas Ramzy.

Klarifikasi Soal Chat Aborsi dan "Menghilang"

Mengenai beredarnya tangkapan layar percakapan di mana Anrez diduga meminta Icel menggugurkan kandungan, Ramzy memberikan konteks berbeda.

Menurutnya, pesan berisi suruhan "minum obat saja" itu terlontar karena kepanikan sesaat, bukan ancaman sistematis.

"Anrez panik dan kaget mendengar kabar Icel hamil anak dia, lalu terlontar chat 'kamu minum obat saja' tanpa ada unsur paksaan," jelas sang advokat.

"Qodarullah bayi tersebut masih ada dan sehat sampai hari ini, artinya Anrez tidak memaksakan atau melakukan ancaman. Itu lebih kepada menawarkan solusi yang impulsif dan kurang tepat," sambungnya.

Pihaknya juga menampik narasi bahwa Anrez menghilang setelah kasus ini viral. Justru, Anrez merasa terkejut dengan narasi yang dibangun Icel, padahal rencana pernikahan dan pembiayaan sudah dibahas.

Ramzy mengklaim memiliki bukti rekaman suara bahwa pihak keluarga Icel-lah yang justru keluar dari kesepakatan awal dan melontarkan ancaman.

Kronologi Penandatanganan Surat di Bawah Tekanan

Salah satu poin paling krusial yang diungkap Ramzy adalah kondisi saat Anrez menandatangani surat pernyataan tanggung jawab yang kini dijadikan alat bukti oleh pihak Icel. Ramzy menyebut kliennya mengalami intimidasi fisik dan verbal pada dini hari.

Peristiwa itu terjadi jauh sebelum berita ini mencuat ke publik. Rumah Anrez didatangi oleh sekitar enam hingga tujuh orang dari pihak Icel mulai pukul 00.25 WIB hingga 04.00 WIB.

"Posisi Anrez di rumah itu hanya sendirian. Bayangkan klien saya 'digeruduk' oleh enam, tujuh orang di malam hari hanya untuk memaksa membuat surat tersebut dengan ancaman tidak akan pulang sampai Anrez menandatanganinya," ungkap Ramzy.

Surat tersebut akhirnya dibuat pada pukul 03.13 WIB dalam kondisi Anrez di bawah tekanan.

Meski begitu, Ramzy menekankan bahwa beberapa hari setelah insiden "penggerudukan" itu, Anrez tetap menunjukkan itikad baik dengan menunjuk kuasa hukum dan menemui Icel dibCilandak Town Square untuk mediasi.

Siap Lapor Balik

Di akhir wawancara, pihak Anrez Adelio menegaskan akan mengikuti prosedur hukum di Polda Metro Jaya.

Namun, mereka juga memperingatkan potensi pelaporan balik jika mediasi kekeluargaan tidak tercapai, mengingat banyaknya tuduhan yang dianggap fitnah, seperti tuduhan aborsi, penelantaran, hingga kekerasan seksual.

"Jelas semua yang menurut kami salah, kami bantah. ITU FITNAH," tegas Ramzy.

Dia pun memberikan pesan menohok kepada pihak pelapor.

"Icel, apa yang kamu cari? Jika Allah tidak ridho maka berhati-hatilah, fitnah lebih kejam daripada membunuh. Kecuali Icel mempunyai tujuan terselubung, maka semua orang akan bisa menilai sendiri nantinya," pungkasnya.

Load More