Entertainment / Gosip
Senin, 12 Januari 2026 | 11:57 WIB
Aurelie Moeremans (Instagram/aurelie)

Suara.com - Aurelie Moeremans masih menjadi sorotan publik usai pengakuannya pernah mengalami child grooming saat remaja yang diungkap dalam memoarnya bertajuk Broken Strings.

Bintang film Baby Blues itu kini mengaku merasa jauh lebih lega melihat perubahan sikap masyarakat.

Melalui unggahan Story-nya, Aurelie menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan pemahaman publik di Indonesia soal isu grooming yang sempat dialaminya.

“Aku bersyukur dan senang banget lihat bagaimana Indonesia sudah berkembang,” kata Aurelie pada Senin (12/1/2026)

Ia kemudian mengenang masa ketika pertama kali berani bersuara tentang pengalaman pahit yang dialaminya.

Aurelie Moeremans bersyukur isu soal grooming kini mendapat perhatian masyarakat Indonesia

Saat itu, respons masyarakat dinilainya sangat berbeda dibanding sekarang.

“Waktu aku masih sangat muda dan pertama kali coba speak up, respons masyarakat jauh berbeda dengan sekarang,” ungkap Aurelie.

Ia menambahkan bahwa kala itu suara korban kerap tidak mendapatkan ruang yang layak.

“Dulu, suara korban sering tenggelam, disalahkan, atau dipelintir. Banyak hal penting justru luput dari perhatian,” lanjutnya.

Baca Juga: Profil Roby Tremonti, Aktor Terseret Dugaan Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans

Kini, Aurelie mengaku melihat adanya perubahan signifikan di tengah masyarakat. Ia merasa kesadaran tentang isu grooming semakin meningkat.

“Hari ini, aku melihat perubahan itu. Lebih banyak kesadaran tentang grooming,” tutur Aurelie.

Aurelie Moeremans (Instagram/aurelie)

Menurutnya, masyarakat juga semakin memahami soal empati dan penghakiman.

“Lebih paham soal relasi kuasa. Lebih banyak empati, lebih sedikit penghakiman,” sambungnya.

Baginya, perubahan cara pandang ini sangat berarti bagi para penyintas seperti dirinya.

Aktris yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu juga menegaskan bahwa perubahan tersebut bukan hal sepele.

“Perubahan ini penting. Dan nyata,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyadari bahwa proses menuju kesadaran publik terhadap isu sensitif ini bukanlah perjalanan yang singkat. Ia mengakui perubahan ini datang secara perlahan.

“Walaupun jalannya panjang, dan datangnya tidak cepat, aku tetap bersyukur bisa hidup di masa di mana cerita seperti ini akhirnya didengar dengan lebih utuh,” ucapnya.

Ia berharap semakin banyak korban yang merasa aman untuk berbicara.

“Kalau hari ini kamu merasa sedikit lebih aman untuk bersuara, berarti kita sedang berjalan ke arah yang benar,” tutup Aurelie.

Kontributor : Rizka Utami

Load More