Aurelie juga memilih untuk menulis tanpa bantuan editor atau penerbit profesional, bahkan desain sampulnya dikerjakan sendiri sebagai bagian dari proses kreatif independennya.
Gaya penulisan yang lugas dan intim membuat pembaca merasa seolah terjun langsung ke pikiran dan perasaan penulis.
Meski alurnya bergerak maju-mundur, namun hal ini justru mencerminkan cara kerja ingatan traumatis yang tidak pernah rapi atau kronologis.
Aurelie membuka secara jujur pengalaman traumatis yang meliputi manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, hingga kekerasan psikologis.
Hal yang paling menyentuh adalah keputusan Aurelie membagikan buku ini secara gratis dalam format PDF, dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Di saat informasi sering dikomersialkan, Aurelie memilih fokus pada tujuan yang lebih besar, yakni membangun kesadaran.
Melalui memoar berisi pengalaman pahitnya, ia ingin orangtua lebih peka terhadap tanda-tanda predator, dan anak muda mampu mengenali perhatian yang berubah menjadi manipulasi berbahaya.
Broken Strings bukan sekedar buku, melainkan pengingat bahwa harapan selalu ada bahkan di tempat tergelap sekalipun.
Aurelie membuktikan bahwa keberanian untuk berbicara tentang masa lalu dapat menjadi langkah besar menuju penyembuhan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang masih berjuang.
Baca Juga: Berapa Harga Buku Broken Strings Versi Cetak? Segera Rilis usai Ebook-nya Viral
Tentunya, buku ini sangat layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang dinamika manipulatif dalam relasi, terutama kaitannya dengan anak dan remaja.
Kontributor : Anistya Yustika
Berita Terkait
-
Aurelie Moeremans Cerita Adaptasi Jadi Ibu Baru, dari Begadang sampai Pilih Popok
-
Menelisik Broken Strings, Film Bermodalkan Sensasi dan Eksploitasi Doang?
-
Aurelie Moeremans Ungkap Kriteria Utama dalam Memilih Rumah Produksi Film Broken Strings
-
Novel Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Resmi Diadaptasi Jadi Film
-
Broken Strings Cerita Aurelie Moeremans Jadi Korban Child Grooming Diangkat ke Layar Lebar
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
-
Begadang Malam Ini di ANTV: Kisah Cinta, Fitnah, dan Alunan Nada Sang Raja Dangdut
-
Master Z: Ip Man Legacy: Kebangkitan Sang Pecundang, Malam Ini di Trans TV
-
Kenang Mendiang Barbie Hsu, Jerry Yan Bawa Kalung Meteor Garden di Konser FForever
-
Nostalgia Pecah! F4 Reuni di Jakarta, Ajak Ribuan Penggemar Karaoke Massal OST Meteor Garden
-
Respons Bahlil Lahadalia soal Lagu 'MBG' Bikin Warganet Gemas: Enggak Paham Sarkas?
-
Bilal Indrajaya Nobatkan Karya The Beatles Ini sebagai yang Terindah di Dunia
-
Beli Tiket Rp14 Juta Cuma Dapat Punggung, Kirana Larasat Kecewa Nonton Konser F4 'FForever'
-
Tampil dengan Perut Buncit, Bentuk Pinggul Amanda Manopo Jadi Gunjingan, Begini Respons Sang Artis