- Ayah Farel Prayoga, Joko Suyoto, membantah tuduhan menghabiskan harta sang anak saat ditemui di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026).
- Joko menjelaskan aset Farel saat ini masih terbatas, hanya memiliki rumah di kampung dan sepeda motor di Jakarta.
- Joko Suyoto keberatan disebut mengeksploitasi Farel karena dirinya telah menemani Farel berjuang dari nol sejak awal karier.
Suara.com - Farel Prayoga kembali berhadapan dengan masalah keluarga. Kali ini hadir dari sang ayah, Joko Suyoto yang tak terima dituding menghabiskan harta anaknya.
Joko Suyoto membantah keras jika disebut telah memiliki banyak kemewahan dari penghasilan Farel. Ia blak-blakan membeberkan apa saja aset yang sebenarnya dimiliki remaja berusia 16 tahun tersebut saat ini.
Menurut Joko, aset yang ada saat ini masih sangat terbatas dan jauh dari angka miliaran rupiah yang dirumorkan selama ini.
"Kalau mobil enggak ada. Rumah ada di kampung. Kemarin sempat ada, tapi belum sempat lunas, dijual lagi. Tanah dijual juga, Farel sendiri sama manajernya. Yang lainnya masih tanah-tanah kosong," ujar Joko Suyoto ditemui di Bareskrim Polri, Rabu, 14 Januari 2026.
Lebih lanjut, Joko Suyoto menjelaskan kondisi kehidupan Farel Prayoga di Jakarta yang selama ini menjadi pusat kariernya.
Ternyata, penyanyi lagu "Ojo Dibandingke" itu belum memiliki hunian tetap di Ibu Kota.
Joko Suyoto menyebut bahwa barang berharga yang dimiliki di Jakarta hanyalah kendaraan roda dua.
Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa mereka hidup bermewah-mewah di tengah kesuksesan sang anak.
"Enggak ada, belum punya apa-apa. Di Jakarta enggak punya. Adalah motornya ada, motor," kata Joko menegaskan.
Baca Juga: Serius Belajar Islam Usai Mualaf, Farel Prayoga Datangkan Guru Ngaji ke Rumah
Selain soal finansial, Joko Suyoto juga menanggapi label negatif yang menyebut dirinya telah mengeksploitasi anak.
Ia merasa keberatan karena perjalanan Farel Prayoga di dunia musik dimulai dari bawah bersamanya.
Joko Suyoto lantas mengenang masa-masa sulit saat ia dan Farel Prayoga harus berjuang dari nol di jalanan.
Bagi Joko, apa yang ia lakukan di masa lalu adalah bagian dari usaha bertahan hidup sebagai orang kampung.
"Ya, dari situlah saya enggak terima itu. Dibilang saya manfaatin. Mulai kecil saya ajak ngamen. Mungkin kalau enggak saya ajak ngamen, enggak mungkin jadi seperti ini. Iya, toh?" tuturnya.
Ia merasa orang-orang yang berkomentar negatif tidak mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi. Joko menilai kehidupan di desa memang identik dengan kebersamaan keluarga dalam bekerja.
"Ya, namanya kehidupan di kampung, ngamen ya wajarlah. Yang penting ya enggak tahu, anak lah menurut saya itu. Mungkin kata-kata orang sana yang enggak tahu betul, yang ngomongnya terlalu, gitu," imbuh Joko.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Tahan Difitnah Habiskan Duit Anak, Ayah Farel Prayoga Adukan Sang Manajer ke Mabes Polri
-
Ayah Farel Prayoga Protes Soal Penghasilan Rp10 Miliar, Manajer Beri Klarifikasi
-
Bela Manajer, Farel Prayoga Sentil Ayahnya Jual 2 Motor
-
Manajer Kembali Buka Borok Ayah Farel Prayoga, Tak Bayar Utang hingga Selingkuh
-
Diduga Tilep Rp10 M, Ayah Farel Prayoga Tantang Manajer Buktikan Penghasilan Fantastis
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan