Yang membuatnya menarik, Jimmy bukan sekadar penjahat satu dimensi. Trauma masa lalunya terasa menempel di setiap dialog dan tindakannya.
Dia seperti anak kecil yang rapuh, terjebak dalam tubuh pemimpin kultus yang brutal. Kegilaannya bahkan lebih sadis dari ancaman infected.
Menurut saya, ini salah satu villain paling berkesan dalam film horor modern beberapa tahun terakhir.
Dr. Ian Kelson dan Sentuhan Kemanusiaan yang Mengejutkan
Jika Jimmy adalah wajah kegilaan, maka Dr. Ian Kelson adalah jantung emosional film ini.
Ralph Fiennes kembali membuktikan kelasnya sebagai aktor. Perannya terasa tenang, hangat, dan penuh empati, bahkan ketika dunia di sekelilingnya hancur.
Interaksi Kelson dengan Samson, infected alpha yang diperankan Chi Lewis-Parry, menjadi bagian favorit saya.
Alih-alih menakutkan, banyak adegan mereka justru terasa lembut dan kadang lucu, sampai-sampai membuat saya tersenyum.
Film ini berani mengajukan pertanyaan besar, apakah empati masih mungkin hidup di dunia yang dikuasai kekerasan?
Bagi saya, inilah elemen yang membuat The Bone Temple lebih dari sekadar film horor bertema zombi.
Baca Juga: Sinopsis 28 Years Later: The Bone Temple, Kisah Dunia yang Kian Mengerikan
Kekerasan yang Brutal, Namun Tidak Kosong
Bagi penonton yang merasa film sebelumnya kurang gore, The Bone Temple jelas tidak pelit.
Adegan kekerasannya intens, berdarah, dan sangat terasa fisiknya. Bahkan saya tidak sanggup menyaksikan otak manusia dijadikan camilan oleh zombi.
Tata rias dan efek praktikalnya terlihat nyata dan menjijikkan, membuat saya beberapa kali refleks menahan napas.
Namun yang saya apresiasi, kekerasan di sini tidak asal brutal. Kejam, tapi ada maksud di baliknya.
Semua adegan berdarah punya fungsi cerita, baik untuk menegaskan kegilaan kelompok Jimmy maupun menyoroti perubahan perilaku Samson.
Visual, Suara, dan Atmosfer yang Menakjubkan
Dari sisi visual, sinematografi The Bone Temple menghadirkan dunia yang benar-benar terasa mati. Lokasi-lokasinya lembap dan sunyi.
Berita Terkait
-
Trailer Baru 28 Years Later: The Bone Temple, Sorot Konflik Antar Penyintas
-
28 Years Later: The Bone Temple Bakal Tayang Januari 2026, Ini Trailernya
-
Sutradara Beber Fakta Rekam Adegan '28 Years Later' Pakai iPhone
-
'Toothless' Ancam 28 Years Later dan Elio di Puncak Box Office Pekan Ini
-
Salip Elio, Pembukaan Film 28 Years Later Raup Pendapatan 5,8 Juta Dolar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bentuk Telinga Roby Tremonti Dianalisis Pakai Ilmu Kuno Tiongkok, Apa Hasilnya?
-
Sinopsis The Dealer, Jung So Min dan Lee Soo Hyuk Guncang Dunia Kasino di Drakor Terbaru Netflix
-
6 Drama Member NCT, Terbaru Jisung Bintangi Crash 2
-
Viral Isu Kak Seto Curi Hak Cipta, Siapa Kreator Asli Si Komo?
-
Baru Rilis di Netflix, 5 Fakta Menarik Can This Love Be Translated?
-
Fakta Album Baru BTS ARIRANG, Begini Cara ARMY Indonesia Membelinya
-
Lelah Tunggu Anak Sule, Teddy Pardiyana Akhirnya Gugat Penetapan Ahli Waris Lina Jubaedah
-
Kejang-Kejang, Farida Nurhan Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
-
Aura Kasih Edit Profil IG, Disebut Hindari Inisial Nama Lamanya di Isu Ridwan Kamil