Entertainment / Film
Selasa, 20 Januari 2026 | 20:30 WIB
Konferensi pers film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 20 Januari 2026 [Suara.com/Tiara Rosana].
Baca 10 detik
  • Film ini mengangkat ketangguhan dan resiliensi perempuan dalam menghadapi konflik hidup melalui pendekatan emosional yang realistis.
  • Produser menekankan visual yang indah dan penyampaian cerita yang tenang tanpa drama yang berlebihan atau melodramatis.
  • Dibintangi Revalina S. Temat, film ini menyoroti doa sebagai sumber ketenangan dan kekuatan utama bagi perempuan untuk bangkit dari trauma.

Suara.com - Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment resmi memperkenalkan film drama religi terbaru berjudul Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?.

Disutradarai Jay Sukmo, film ini mengangkat ketangguhan perempuan dalam menghadapi konflik rumah tangga, luka batin, dan pencarian makna melalui doa.

Dibintangi Revalina S. Temat, Gunawan Sudrajat, Megan Domani, hingga Annisa Kaila, film ini menempatkan sudut pandang perempuan sebagai poros utama cerita, dengan pendekatan emosional yang diklaim lebih tenang dan realistis.

Eksplorasi Batin Perempuan dan Visual yang Estetik

Produser Prima Taufik menegaskan film ini sengaja menjauh dari formula drama religi yang cenderung melodramatis. Penekanan utama ada pada pengolahan emosi yang natural dan visual yang tertata rapi.

"Di sini kita fokus filmnya enggak lebay. Ini drama religi tapi enggak ada nangis-nangis yang heboh, enggak ada marah-marah. Filmnya santai tapi tetap dramanya dapat, rasa sedihnya dapat," kata Prima Taufik dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dia juga menyoroti pentingnya estetika visual sebagai bagian dari penceritaan.

"Kita bikin film muslim yang kita pengennya indah. Gambar-gambarnya, pakaian mereka kita desain sebagus mungkin. Walaupun hidupnya Sarah sangat drama, tapi looks-nya tetap bagus," lanjutnya.

Produser Robert Ronny menyebut film ini secara sadar berpihak pada perspektif perempuan, tercermin dari dominasi karakter wanita dalam cerita. Meski begitu, ia menegaskan film ini tetap relevan bagi semua penonton.

Baca Juga: Cek Kode Voucher Nonton Film Tuhan Benarkah Kau Mendengarku Pakai M-Tix, Beli 2 Bayar 1

"Meskipun saya laki-laki tapi saya feminis. Perempuan di Indonesia dan di dunia perlu dibantu untuk disuarakan. Kita tidak mencoba memberikan solusi untuk semua hal, tapi paling enggak kita mau mencoba mengangkat derajat perempuan," tutur Robert.

Kekuatan Doa dan Resiliensi Karakter

Ditulis oleh Uti, naskah film ini menekankan tema ketangguhan mental dan upaya memutus mata rantai trauma. Setiap karakter perempuan, Sarah, Anisa, dan Laila, digambarkan sedang berjuang dengan caranya masing-masing.

Revalina S. Temat mengungkapkan bahwa tokoh Sarah menemukan kekuatan justru dalam keheningan doa.

"Doa itu adalah sumber ketenangan. Doa akhirnya bisa membuat seorang perempuan seperti Sarah bisa berdiri tegak. Walaupun banyak ujian dan cobaan, dia tetap bisa kuat. Karena menurut aku perempuan itu sebenarnya kuat," ungkap Revalina.

Sementara Megan Domani menilai karakter Anisa memiliki lapisan emosi yang tidak sederhana, meski berpotensi memancing antipati penonton.

Load More