Entertainment / Gosip
Rabu, 28 Januari 2026 | 08:00 WIB
Pak Ribut Guru Viral. (YouTube/TS Media)

Menurutnya, rezeki bisa datang dari mana saja asalkan dijalani dengan nyaman.

"Jadi buat saya CPNS sama honor itu semuanya sama ya. Karena saya gini Kak, kalau misalkan kita ditakdirkan menjadi seorang PNS ya, tapi kalau saya enggak nyaman atau tidak menikmati atau serikat, lebih baik saya tidak itulah, memang hanya enggak mau terik aja enggak mau terlihat kayak gitu,” imbuhnya

Untuk menyiasati penghasilan yang terbatas, Pak Ribut tidak tinggal diam.

Dia memiliki usaha persewaan baju tari dan alat kesenian untuk keperluan karnaval serta perpisahan sekolah.

Selain itu, popularitasnya di media sosial kini mendatangkan penghasilan tambahan yang signifikan melalui endorsement dan tawaran sebagai influencer.

Menariknya, Pak Ribut sering menggunakan rezeki dari hasil kontennya tersebut untuk memberikan hadiah kepada murid-muridnya agar mereka lebih semangat belajar di kelas.

Meskipun kini telah memiliki penghasilan tambahan yang besar, Pak Ribut tetap menaruh harapan besar pada pemerintah demi kesejahteraan rekan-rekan sejawatnya.

Dia menitipkan pesan khusus kepada Presiden Joko Widodo agar memperhatikan nasib guru honorer di seluruh Indonesia.

"Pesen buat bapak Presiden Jokowi saya selaku guru honorer mudah-mudahan guru honorer yang ada di seluruh Indonesia mulai dari TK SD SMP SMA mudah-mudahan diberikan kesejahteraan yang lebih," tuturnya.

Baca Juga: Potret Pak Ribut, Guru Honorer Viral yang Gak Percaya Sapi Makan Martabak

"Terus semoga semua guru honorer diangkat menjadi PNS atau P3K. Untuk yang P3K mudah-mudahan kalau bisa,  sudah enggak usah  tes, langsung diangkat semuanya, jadi tanpa tes gitu,” katanya berharap.

Transformasi Pak Ribut dari seorang guru honorer dengan gaji puluhan ribu rupiah hingga menjadi ikon pendidik kreatif menunjukkan bahwa dedikasi yang dibarengi dengan kreativitas digital dapat membuka pintu rezeki yang tidak terduga.

Kisahnya bisa jadi inspirasi generasi muda di kota-kota besar tentang pentingnya keikhlasan dalam mengabdi di tengah tantangan ekonomi yang nyata.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Load More